Jumat, 04 Desember 2020

ARKEHIM (PERBANYAK BERDOA KETIKA SUJUD DAN SHOLAT)

 PERBANYAKLAH BERDOA KETIKA SUJUD DAN SHOLAT


sumber: https://muslim.okezone.com/read/2020/07/23/614/2250939/ini-lho-keistimewaan-orang-yang-meninggal-dalam-keadaan-sujud

Keadaan paling dekat antara hamba dan Tuhannya adalah ketika sujud.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “keadaan yang paling dekat antara hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa pada saat itu.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 482]

Perbanyaklah doa ketika sujud, contohnya:

  1. Rabbanaa Atina fiddunya khasanah wafil akhirati khasanah aqina adzabannar..“Ya Tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia dan akhhirat dan jauhkan dari siksa neraka..”
  2. YaAllah berilah kami husnul hatimah istiqomah dan jannah firdaus
  3. YaaTuhan kami janganlah Engkau sesatkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk. Berilah rahmat disisiMu. Engkaulah sebaik baik Pemberi karunia.
  4. Pencipta langit dan bumi Engkaulah pelindungku didunia dan diakhirat, wafatkanlah kami dalam keadaan muslim dan kumpulkanlah kami dengan orang-orang shaleh.
  5. YaaTuhan kami jangan hukum kami jika kami terlupa atau salah. Yaa Tuhan kami jangan bebankan beban sebagaimana umat terdahulu memikulnya. Ampuni kami maafkanlah kasihanilah kami. Tolonglah kami dari kaum yang kafir.
  6. YaaAllah berilah kami petunjuk dan rasa takut kepadaMu dan ampunilah dan kecukupan
  7. Yaallah bantulah kami untuk mengingatMu berterima kasih kepadaMu dan menjadi hamba yang baik.

Doa-doa ini dari Al-qur’an dan hadits. Bisa dibaca indonesia dan arabnya. Alangkah baiknya dibaca semua


Sumber: kompasiana.com

Jumat, 20 November 2020

ARKEHIM "BESARNYA PERAN SABAR DALAM KEHIDUPAN"

 BESARNYA PERAN SABAR DALAM KEHIDUPAN


sumber:http://diarihidupateh.blogspot.com/2019/10/sabar.html

Sabar dalam agama Islam memiliki keutamaan dan manfaat yang sangat besar. Karena sabar adalah termasuk perilaku mulia yang sangat perlu untuk di lakukan oleh seluruh umat. Dengan sabar masalah yang kita hadapi jadi terasa lebih ringan, dengan sabar masalah yang kita hadapi bisa diselesaikan dengan lebih efektif, dan tanpa menyisakan rasa sakit hati atau menimbulkan rasa sakit hati lainnya, dengan sabar pula kita akan senantiasa menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan tenteram tanpa merasa gelisah apalagi ber-muram hati. 

Allah swt berfirman:  “Dan, Allah mencintai orang-orang yang sabar“. [Ali Imran/3 : 146]

Sabar (al-shabru) menurut bahasa adalah menahan diri dari keluh kesah. Pada dasarnya, dalam sabar itu ada tiga arti, menahan, keras, mengumpulkan, atau merangkul, sedang lawan sabar adalah keluh-kesah. Dari segi istilahnya, sabar adalah: Menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah. Sabar adalah salah satu dasar dan fondasi akhlak dalam agama Islam yang lurus ini. Fondasi itu adalah kesabaran yang mempengaruhi seluruh sendi kehidupan manusia.

Sumber:https://www.hariansuara.com/news/motivasi/16268/hakekat-sabar-dalam-kehidupan

Kata sabar mudah diucapkan namun aplikasinya dalam kehidupan butuh kesungguhan. Ketika seseorang yang mendapat musibah dapat menghadapinya dengan ikhlas dan sabar, maka Allah akan menaikkan keimanannya dan menyediakan pahala baginya menjadi salah satu keutamaan sabar. Allah SWT tidak akan pernah memberikan cobaan atau ujian yang berat di luar batas kemampuan umatNya. Maka dari itu, kita harus bersyukur ketika Allah memberikan ujian yang bertanda bahwa Allah masih menyayangi umatNya.

Sabar terhadap kehidupan dunia (as-shabru 'aniddunya) ialah sabar terhadap tipu daya dunia, jangan sampai terpaut hati kepada kenikmatan hidup di dunia ini. Dunia ini adalah jembatan untuk kehidupan yang abadi, kehidupan akhirat. Banyak orang yang terpesona terhadap kemewahan hidup dunia. 

Dilampiaskannya hawa nafsunya, hidup berlebih-lebihan, rakus, tamak dan lain-lain sehingga tidak memperdulikan mana yang halal dan mana yang haram, malah kadang-kadang merusak dan merugikan kepada orang lain. Kehidupan di dunia ini janganlah dijadikan tujuan, tapi hanya sebagai alat untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan yang kekal. Memang, tabiat manusia condong kepada kenikmatan hidup lahiriah, kehidupan yang nyata dilihat oleh mata dan dinikmati oleh indera-indera yang lain. Tidak ubahnya seperti orang yang meminum air laut, semakin diminum semakin haus. Untuk ini diperlukan kesabaran menghadapinya.

Wallahu A’lam.


Ditulis : Divisi Kerohanian

Dipublikasikan : Divisi Mading

Senin, 02 November 2020

PRESS RELEASE LOMBA OLAH KREASI OLAH PANGAN TINGKAT NASIONAL

 [PRESS RELEASE LOMBA KREASI OLAH PANGAN TINGKAT NASIONAL]








Himagri Untirta telah selesai melaksanakan kegiatan Lomba Kreasi Olah Pangan Tingkat Nasional dengan tema "Peran Pemuda dalam Mewujudkan Ekonomi Kreatif Melalui Diversifikasi Pangan Lokal". Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Himagri Untirta yang dilakukan untuk memperingati Hari Pangan Sedunia pada tanggal 16 Oktober. Kegiatan LKOP Tingkat Nasonal ini dilakukan sediki berbeda dari tahun lalu karna kegiatan ini dilakukan secara daring. Namun peserta tetap mengirim produk olah pangannya kepada panitia untuk dinilai oleh dewan juri.

Kegiatan LKOP Tingkat Nasional ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kreatifitas dan inovasi produk demi meningkatkan ketahanan pangan Nasional dalam memperingati hari pangan Dunia dan Nasional.

▪️

Lomba Kreasi Olah Pangan Tingkat Nasional diselenggarakan pada tanggal 28 Oktober 2020. Acara LKOP Tingkat Nasional ini dihadiri oleh Ketua Jurusan Agribisnis Dr. H Suherman, Ir. M.M.,M.Si.

▪️

Acara ini diawali dengan Laporan Ketua Pelaksana, sambutan Ketua Himagri Untirta, Ketua Jurusan Agribisnis Faperta Untirta yang diwakilkan oleh Dosen Agribisnis Faperta Untirta, dan perkenalan dewan juri.

▪️

Kegiatan ini diikuti 8 yang telah lolos seleksi diantaranya 

1). Universitas Trilogi

2). Universitas Nasional

3). Universitas Sriwijaya

4). Masyarakat Umum (Pandeglang)

5). Universitas Sultan Ageng Tirtayasa 

6). Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

7). Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

8). Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

▪️

8 finalis kemudian mempresentasikan hasil kreasi olah pangannya secara daring di depan juri dan peserta. Masing-masing finalis diberikan waktu 15 menit untuk mempresentasikan hasil olahan pangan yang telah dibuat yang kemudian dinilai oleh juri sesuai kriteria yang telah ditentukan oleh panitia.

▪️

Pemenang lomba ini berdasarkan keputusan juri, yaitu:

Juara 1 : Universitas Sriwijaya

Juara 2 : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Juara 3 : Universitas Nasional

▪️

HIMAGRI! SEMANGAT!

HIMAGRI! SEMANGAT!

HIMAGRI! SEMANGAT!

#HIMAGRI2020

#HIMAGRIUNTIRTA

#KabinetMetamorfosa

_____

For more info📱

Line : @cfg0309g

IG : Himagriuntirta

Email :Himagriuntirta28@gmail.com

FB : Himagriuntirta

twitter : @himagri_untirta

Blog : himagri28.blogspot.com

Rabu, 28 Oktober 2020

ARKEHIM "KEUTAMAAN ILMU AGAMA DAN PARA PENUNTUTNYA"

KEUTAMAAN ILMU AGAMA DAN PARA PENUNTUTNYA



Yang dimaksud ilmu adalah mengetahui sesuatu sebagaimana mestinya, jika dalam sesuatu kita masih ragu-ragu maka itu bukanlah ilmu, karena ilmu bersifat pasti, jelas, dan sebagaimana mestinya. Kemudian, konteks ilmu secara mutlak dalam nash Quran dan Sunnah yang dimaksud adalah ilmu agama, seperti yang dikatakan pada surat Al mujadalah, bahwa Allah senantiasa meninggikan derajat orang-orang beriman dan orang yang berilmu diantara mereka serta dalam hadits dikatakan bahwa barang siapa yang selalu menuntut ilmu maka Allah akan permudah jalannya menuju surga. 

Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu. Kewajiban menuntut ilmu agama sangat ditekankan, dalam hal ini Ilmu agama bersifat fardhu ain sedangkan untuk pendidikan formal itu hukumnya fardhu kifayah yang artinya tidak diwajibkan semua orang untuk dapat mengetahui ilmu tersebut, sebagai contoh ilmu kedokteran tidak harus dimiliki oleh setiap individu. Pengetahuan mengenai Ilmu agama dan Al-Qur'an sangat penting keberadaannya bagi manusia karena menjadi pedoman manusia di dunia dan menjadi bekal di akhirat.

Dalam hal ini, beberapa keutamaan menuntut ilmu agama meliputi:

Sebagai amal jariyah, dalam sebuah hadis yang Abu Hurairah riwayatkan dari Rasulullah SAW, Rasulullah mengatakan bahwa ilmu yang bermanfaat tidak akan putus amalannya meskipun sudah meninggal dunia. Ilmu yang bermanfaat yang dimaksud adalah ilmu yang bisa menyelamatkan kita dari api neraka. Ilmu tersebut adalah ilmu baik yang kita sebarkan kepada orang lain, menjadikan orang lain lebih bermanfaat dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Setara dengan jihad dijalan Allah, seperti dalam firman Allah SWT pada Surat At-Taubah ayat 122:  “Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.”

Jalan menuju surga, Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699).

Tentunya masih banyak keutamaan lainnya mengenai menuntut ilmu agama, namun selain itu ada satu hal yang perlu diketahui bahwa setelah menuntut ilmu atau kita mengetahui dan memiliki ilmu khususnya ilmu agama, wajib bagi kita untuk mengamalkan dan menyebarkannya. Seperti yang dikatakan pepatah bahwa ilmu tanpa amal, bagaikan pohon yang tak berbuah (tidak berguna sama sekali). Jika kita memiliki ilmu, dan ilmu tersebut tidak disebarkan kepada orang lain dan bahkan juga tidak diamalkan maka ilmu tersebut hanya akan menjadi beban nanti di akhirat, karena ilmu yang kita dapat akan diminta pertanggungjawaban dan ditanyakan oleh Allah SWT, sebagai contoh ilmu yang tidak diamalkan adalah orang yang tahu kewajiban zakat sholat namun tidak melaksanakannya maka ilmu tersebut akan menjadi beban di akhirat dan justru sia-sia. Naudzubillah Min Dzalik.

Maka, selalu tanamkan keikhlasan dan hanya diperuntukkan untuk mencari keridhoan Allah SWT setiap kali kita menuntut ilmu dan mengamalkannya. Allah SWT berfirman: “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami” (QS. Al Ankabut: 69).

Wallahu A’lam

Pemateri : Ginanjar Setiawan dari Ketua Departeman Dakwah & Kaderisasi Wahdah Islamiyah Provinsi Banten

PRESS RELEASE WEBINAR NASIONAL

 [PRESS RELEASE WEBINAR NASIONAL ]



Himagri untirta telah selesai melaksanakan kegiatan Webinar Nasional 2020 dengan tema "Peran Pemuda dalam Mewujudkan Ekonomi Kreatif Melalui Diversifikasi Pangan Lokal". Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Himagri yang dilakukan untuk memperingati Hari Pangan Sedunia Pada tanggal 16 oktober, namun kegiatan kali ini sedikit berbeda dengan sebelumnya karena kegiatan kali ini dilakukan secara daring. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kreatifitas dan inovasi produk demi meningkatkan ketahanan pangan Nasional dalam memperingati hari pangan Dunia dan Nasional

▪️

Webinar Nasional diselenggarakan pada tanggal 27 Oktober 2020. Acara Webinar Nasional di buka langsung oleh Wakil Rektor III yaitu Dr. H. Suherna, SP.,M.Si., di hadiri oleh Ketua Jurusan Agribisnis Dr. H. Suherman, Ir., M.M., M.Si dan Wakil Dekan III Dr. nat. tech. Weksi Budiaji, S. Si., M. Sc.

▪️

Acara ini diawali dengan sambutan dari Laporan Ketua Pelaksana, Ketua Himagri Untirta, Ketua Jurusan Agribisnis Faperta Untirta, dan Wakil Dekan III Faperta Untirta. Selanjutnya yaitu pemaparan materi oleh Gilang Lian Putra.

▪️

Pemaparan materi yang disampaikan oleh beberapa narasumber, yaitu : 


1. DR. IR. Riwantoro, MM. (Sekretaris Badan Ketahanan Pangan,  Kementrian Pertanian RI)

2. H. Gugun Gunawan, Ir., S.Mn., MM (Dosen Faperta Untirta)

3. Riezka Rahmatiana (Enterpreneur)

▪️

HIMAGRI! Semangat! 

HIMAGRI! Semangat! 

HIMAGRI! Semangat! 

#HIMAGRI2020

#HIMAGRIUNTIRTA

#KabinetMetamorfosa 

_____ 

For more info📱

Line : @cfg0329g

IG : Himagriuntirta

Email : Himagriuntirta28@gmail.com

FB : Himagriuntirta

twitter : @himagri_untirta

Blog : himagri28.blogspot.com

Minggu, 11 Oktober 2020

ARKEHIM "TANDA ALLAH SWT BERPALING DARI HAMBA-NYA"

 

Tanda Allah SWT Berpaling Dari Hamba-Nya

Al Hasan Al Bashri berkata. “Diantara tanda Allah berpaling dari seorang hamba, Allah menjadikannya sibuk dalam hal yang sia-sia sebagai tanda Allah menelantarkannya”. 



Adapun hal-hal yang dipandang sebagai sesuatu yang tidak sia-sia di antaranya adalah mengatakan atau melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat dan menyakiti orang lain, bergurau, berkomentar yang tidak penting, ghibah atau yang paling kita tidak disadari perbuat adalah kita terlalu berambisi dalam pencapaian kita di dunia yang membuat kita lupa diri.

Seorang muslim yang terlalu sibuk dengan hal-hal tidak bermanfaat atau sia-sia, menandakan bahwa orang tersebut belum sempurna imannya.

Dari pernyataan tersebut, menyadarkan diri kita untuk lebih menghargai waktu yang diberikan Allah SWT dengan menjadikan setiap waktunya untuk diisi dengan hal positif dan ketaatan beribadah kepaa Allah SWT.

sumber:https://www.cahayaislam.id/beribadah-dalam-islam/

Selain itu tanda lain Allah berpaling dari kita adalah ketika diri kita sulit sekali untuk menunaikan kewajiban-Nya terutama Sholat. Dari Abu Hurairah berkata, Nabi saw bersabda : 

"Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang-orang Munafik kecuali sholat shubuh dan 'Isya. Seandainya mereka mengetahui (kebaikan) yang ada pada keduanya tentulah mereka akan mendatanginya walau harus dengan merangkak. Sungguh, aku berkeinginan untuk memerintahkan seorang mu'adzin sehingga sholat ditegakkan dan aku perintahkan seseorang untuk memimpin orang-orang sholat, lalu aku menyalakan api dan membakar ( rumah-rumah ) orang yang tidak keluar untuk sholat berjama'ah ( tanpa alasan yang benar )." (H.R. Bukhari No . 657 )

Hubungan antara seorang hamba dan Sang Pencipta selalu diwujudkan dalam bentuk ibadah. Berjumpaan di antara Sang Khaliq (Pencipta) dan hambanya, tak mengurangi aktivitas sehari-hari, seperti bekerja dan bersosial.

Kita pernah melakukan kegiatan yang membuat diri kita lelah sekali, namun hal tersebut perlu disadari bahwa apakah Allah sudah ada dalam setiap lelah kita atau yang kita lakukan hanya sia-sia dengan berpegang pada urusan duniawi. Jika yang kita lakukan selama ini hanya untuk mengejar perkara dunia saja, perlunya kita untuk bermuhasabah diri bahwa pencapaian yang telah kita capai apakah merupakan berkah dari Allah atau Allah yang telah berpaling dari kita karena kita fokus pada usaha-usaha yang membuat kita lupa untuk sujud dan berserah di hadapan-Nya.

Wallahu A’lam


Ditulis : Divisi Kerohanian

Dipublikasikan : Divisi Mading

Sabtu, 03 Oktober 2020

HAPPY GRADUATION

 [ HAPPY GRADUATION ]






Selamat wisuda akang teteh Agribisnis Faperta Untirta.


-

Selamat atas gelar sarjana-nya. 

Semoga ilmu yang selama ini didapatkan dapat direalisasikan di kehidupan masyarakat.



Himagri! Semangat!!!

Himagri! Semangat!!!

Himagri! Semangat!!!

#Happygraduate

---------------------------------------------

For More Info :

Line@: @cfg0329g

Instagram: HimagriUntirta

Twitter : @HIMAGRI_UNTIRTA

Email : Himagriuntirta28@gmail.com

FB : Himagriuntirta

Blog : himagri28.blogspot.com

Youtube : Himagri Untirta

#HimagriUntirta #Himagri2020 #HimagriSemangat #KabinetMetamorfosa

Minggu, 20 September 2020

ARKEHIM "Tawadhu Dalam Keseharian"

 TAWADHU DALAM KESEHARIAN

https://harumn01.wordpress.com/2012/10/01/evaluasi-diri-kita-think-first-before-speak/

”Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Q.S Al-A’raf ayat 55)

Yang dimaksud merahasiakan do’a adalah berdo’a dengan suara lembut dan pelan. Karena memang Allah tidak menyukai orang yang meminta kepadanya dengan cara yang berlebihan. Orang yang sedang berdo’a kepada Allah tidak boleh melampaui batas, tidak boleh terlalu meninggikan suara dan membuat-buat ucapan-ucapan do’a.

Tawadhu artinya rendah hati, tidak sombong, lawan dari kata sombong atau takabur. Yaitu perilaku yang selalu menghargai keberadaan orang lain. Perilaku yang suka memuliakan orang lain, perilaku yang selalu suka mendahulukan kepentingan orang lain, perilaku yang selalu suka menghargai pendapat orang lain. 

Sikap tawadhu terhadap sesama manusia adalah sifat mulia yang lahir dari kesadaran akan ke maha kuasaan Allah SWT atas segala hamba-Nya. 

Orang yang tawadhu menyadari bahwa apa saja yang dia miliki baik bentuk rupa yang cantik ataupun tampan, ilmu pengetahuan,harta kekayaan, maupun pangkat dan kedudukan. Semuanya itu adalah karunia dari Allah SWT. 

Allah SWT berfirman dalam Q.S An-Nahl : 53, yang artinya : “dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, Maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, Maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.”

Dengan kesadaran seperti itu sama sekali tidak pantas bagi dia untuk menyombongkan diri sesama manusia, apalagi menyombongkan diri terhadap Allah SWT. 

Allah memerintahkan kepada umatnya untuk dapat melakukan sikap tawadhu terhadap Allah SWT dan sesama manusia. Sikap tawadhu terhadap Allah SWT ketika berdzikir, memohon, dan berdoa dengan cara suara yang pelan, sungguh-sungguh, tenang dan dengan perasaan takut, sedangkan sikap tawadhu terhadap sesama manusia yaitu merendahkan hatinya dengan patuh, berkata lemah lembut, dan sopan santun terhadap orang yang lebih tua yaitu seperti orang tua, guru, dan orang-orang yang lebih tua. 




Ditulis : Divisi Kerohanian

Dipublikasikan: Divisi Mading

Jumat, 04 September 2020

ARKEHIM "JADIKAN AKHIRAT SEBAGAI TUJUAN"

 JADIKAN AKHIRAT SEBAGAI TUJUAN


Sumber : https://www.islampos.com/antara-ikhtiar-dan-tawakal-itu-seharusnya-begini-125623/


Dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu, ia mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allâh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.” Imam Ibnu Hibbân (no. 72–Mawâriduzh Zham’ân)

Sesungguhnya dunia hanyalah bersifat sementara, yang mana jika seseorang menjadikan dunia adalah segalanya maka semakin jauh dan terlena seseorang dalam kenikmatan dunia dan melupakan akhirat yang sejatinya adalah tujuan akhir kita sebagai makhluk Allah SWT.

Apabila seorang hamba menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya dengan mengesampingkan akhiratnya, maka Allah pun akan menjadikan urusannya sulit dan berantakan serta menjadikan hati seorang hamba jauh dari kata bersyukur dan puas akan kenikmatan yang telah Allah beri.


Seorang hamba yang bertaqwa selalu menjadikan akhirat sebagai tujuan, sehingga menjadikan kita untuk terus berlomba-lomba mengerjakan perintah dan mengejar kebaikan, karena mereka menyadari bahwa semua yang berada di dunia akan kembali kepada Yang Maha Kuasa. Selain itu, apabila seorang Muslim beriman dan bertakwa kepada Allah, maka ia akan diberi rezeki dari arah yang tidak diduga dan diberikan jalan keluar dari problematikanya. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

 “…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya…” (Ath-Thalaq/65:2-3)

Dalam ayat lain, Allah juga berfirman:

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (QS Al-Ankabut ayat 64). 

Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita menjadikan akhirat sebagai tujuan akhir, sehingga mendorong kita untuk terus bermuhasabah diri, menjalankan perintahnya dan terus berbuat baik. Yakinlah bahwa ketika mengejar akhirat maka dunia pun akan mengikuti, Allah juga akan permudah segala urusan dan keinginan kita di dunia.

Wallahu A’lam.



Ditulis: Divisi Kerohanian

Dipublikasikan : Divisi Mading

Selasa, 14 Juli 2020

KAJIAN ONLINE "Delapan yang Tak Sepadan"

DELAPAN YANG TAK SEPADAN


Pertanian adalah suatu jenis kegiatan produksi yang berlandaskan pada proses pertumbuhan dari tumbuh-tumbuhan dan hewan. Pertanian dalam arti sempit dinamakan dengan pertanian rakyat, sedangkan pertanian dalam arti luas meliputi pertanian dalam arti sempit, kehutanan, peternakan dan perikanan, merupakan suatu hal yang penting. Secara garis besar pengertian pertanian dapat diringkas menjadi :(1) Proses produksi; (2) Petani atau Pengusaha; (3) Tanah tempat usaha; (4) Usahapertanian (Farm business).
       
Pada masa kampanye Gubernur Banten tepatnya pada akhir tahun 2016 lalu beliau menyampaikan Sektor pertanian masuk dalam 8 besar masalah prioritas yang terangkum dalam visi misi Wahidin Halim (WH) -Andika Hazrumy (AA) setelah ketimpangan pendapatan antar penduduk. Dilihat dari perkembangan pertanian yang ada di Provinsi Banten berbicara bahwa Point 8 yang menjadi prioritas tidaklah sepadan. Dari tahun 2017 Kepemimpinan Gubernur WH terlihat masih belum serius dalam menunaikan janjinya untuk mengatasi masalah pertanian yang ada. Seperti belum adanya yang mengisi jabatan eselon III (Kabid perkebunan) dan eselon IV kasi Pupuk, Petsisida dan Alsintan.Selain itu Pemerintah belum juga menyelesaikan permasalahan regulasi di sektor pertanian yang berdampak langsung terhadap Masyarakat. Contohnya Perda No. 5 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) yang sampai saat ini belum keluar aturan teknisnya seperti Peraturan Gubernur, sehingga belum bisa dijalankan regulasinya. Semakin lama regulasi-regulasi tersebut keluar, akan semakin banyak persoalan-persoalan pertanian yang sulit dituntaskan, seperti alih fungsi lahan, sistem pengairan yang tidak berfungsi dan lain sebagainya.

Alasan mengapa Perda No.5 tahun 2014 ini perlu di keluarkan sudah jelas di paparkan bahawa ini akan berdampak langsung terhadap masyarakat. Berdasarkan fakta yang ada tahun 2018 hingga 2019 sektor pertanian terus mengalami permasalahan, terkhususnya mengenai alih fungsi lahan pertanian. Alih fungsi lahan yang terjadi di Banten pada masa kepemimpinan Wahidin Halim(WH) dan Andika Hazrumi membuat gerah para petani, janji yang diucap oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Banten periode 2017-2022 itu tak terwujud. Sektor pertanian yang tadinya berada urutan ke-8 dalam visi dan misi dalam program kepemimpinan mereka tak terlaksanakan dengan mulus. Banyak sekali alih fungsi lahan terjadi. Alih fungsi lahan terjadi disebabkan karena pembangunan di kawasan Banten. Pembangunan yang teramat cepat bahkan tanpa pikir panjang membuat luas lahan pertanian di daerah Banten tergusur dan disulap menjadi fasilitas-fasilitas lainnya seperti Jalan Tol, Fasilitas Kesehatan, Pemekaran Bandara, Pendukungan Pembangunan Untuk Kota Industri, dan masih banyak yang lainnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Alih fungsi lahan di Provinsi Banten dari Tahun 2018 sampai 2019 mencapai 3.861,09 hektare.

Contoh yang dapat digambarkan adalah pembangunan jalan tol Serang-panimbang yang memakan banyak lahan produktif. Pembangunan jalan tol Serang sebenarnya merupakan sebuah wancana lama yang sampai sekarang belum terlaksana atau bisa kita bilang mangkrak begitu saja. Tapi rencananya pembangunan akan berlanjut pada bulan Juli 2020 dan selesai 2021. Ketika bertanya seberapa produktif nya lahan di sana jawabannya cukuplah produktif, bayangkan saja 36 hektar lahan sawah produktif dan 15 hektar perkebunan akan hilang tergusur oleh pembangunan jalan tol Serang-panimbang. Meski demikian dinas pertanian Pandeglang berkata menerima kehilangan hektaran yang akan hilang tergusur proyek tersebut karena tidak membuat produktifitas menurun drastis. Dan bahkan menurut beliau lahan pertanian ini tidak termasuk kedalam regulasi PLP2B ini. Namun pembangunan ini jelas mencederai apa yg telah di sampaikan pada saat gubernur Banten terpilih beliau berkata akan menjadikan Pertanian sebagai masalah umum yang akan menjadi prioritas nya. Mengapa bisa saya bilang seperti itu? Dalam perda ini masalah yg masih berkelanjutan sampai sekarang ialah belum adanya Aturan Teknis dalam menjalankan Perda No.5 Tahun 2014 PLP2B sehingga belum jelas indikasi lahan yang termasuk PLP2B itu seperti apa.

Sektor Pertanian harus di prioritaskan sebab sektor pertanian sangat lah penting dalam pemenuhan kebutuhan hidup manusia dan sektor pertanian juga menjadi penyumbang kekuatan ekonomi di Indonesa. Bahkan sektor pertanian memberikan lebih banyak kesempatan kerja yang dapat mengurangi tingkat pengangguran tinggi di negara-negara berkembang. Selain itu juga dengan  dengan adanya pertumbuhan penduduk yang sangat cepat, seperti di Indonesia. Maka pertanian mampu mempekerjakan banyak orang, sektor pertanian berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi.

Bagaimana dengan alih fungsi lahan yang di lakukan di provinsi banten ini ? Dengan adanya alih fungsi lahan kita bisa mendapatkan manfaat yang lain entah itu infrastruktur, jalan, atau hal lain sebagainya. Namun tetap saja selama ada kebijakan yang membuat sulit orang kecil maka kebijakan tersebut masih bisa dikatakan tidak layak. Harus adanya lahan cadangan pengganti lahan yang di alih fungsikan, dan sayangnya lahan cadangan terebut masih ada yang belum tahu betul lokasinya

Kesimpulan :
Dari periode ke periode kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur di Banten dapat dilihat kurang seriusnya pemerintah dalam menangani masalah terkhusus dalam sektor pertanian Banten. Seperti halnya regulasi yang belum jelas teknisnya seperti apa, aktivitas alih fungsi lahan masih merajalela, serta JUmlah NTP petani masih rendah.


Daftar Pustaka:
https://m.detik.com/news/berita/d-3317754/ungkap-21-masalah-di-banten-ini-visi-misi-wahidin-andika-di-pilgub-2017
https://www-redaksi24-com.cdn.ampproject.org/v/s/www.redaksi24.com/pemprov-banten-dinilai-kurang-serius-kelola-pertanian/amp/ usqp=mq331AQRKAGYAaXg8eykgbmJ2wGwASA%3D&amp_js_v=a2&amp_gsa=1#referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&ampshare=https%3A%2F%2Fwww.redaksi24.com%2Fpemprov-banten-dinilai-kurang-serius-kelola pertanian%2Famp%2F%23referrer%3Dhttps%3A%2F%2Fwww.google.com
Https://banten.antaranews.com/berita/59832/alih-fungsi-lahan-pertanian-di-banten-selama-2018-2019-capai-38-ribu-hektare



Ditulis : Divisi Kastrad & Divisi Keilmuan
Dipublikasikan : Divisi Mading

KAJIAN ONLINE "Nasib Buruh di Tengah Pandemi"

Nasib Buruh Di Tengah Pandemi


May day merupakan kata yang tak asing didengar telinga dan hari dimana para buruh akan lantang bersuara. Perayaan may day pun tak selalu sebatas aksi demo namun dapat berupa perayaan yang
penuh kesenangan. May day adalah bukti nyata yang diukir oleh buruh yang ada di Amerika hingga membuat dunia pun akhirnya membuka mata mengenai hak buruh. May day diawali setiap 1 Mei. Mei
day sendiri bukan terlahir dari kisah yang menyenangkan karena terdapat perjuangan dan pengorbanan.

May day hadir diawali dari keresahan para buruh dimana pada saat itu buruh harus bekerja melebihi batas wajar selama 16-20 jam dalam sehari. Resah akan kesewenang-wenangan 1 mei 1886 sebanyak
400.000 orang buruh melakukan aksi demo untuk menuntut perpendekan lama waktu kerja menjadi 8 jam sehari. Buruh di Amerika dengan serentak melakukan aksi mogok kerja dan berdemosntrasi
bersama. Aksi tersebut berlangsung rusuh selama 4 hari. Hari terakhir demonstrasi pada 4 Mei 1886 aksi yang lebih banyak peserta demo digelar di lapangan Haymaket Chicago Amerika. Aksi yang menjadi akhirnya menbuat aparat menembaki pendemo hingga ratusan peserta tertembak dan alami luka-luka.
Hingga pada akhirnya terdapat 8 tokoh buruh ditangkap dan dijatuhi hukuman mati.

Dari aksi itu para buruh tersadar penting bagi mereka mendapat hak yang seharusnya mereka terima. Hingga pada 1889 Kongres Sosialis di Paris menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh yang lebih dikenal dengan sapaan May Day. Perjuangan para buruh dimasa lalu telah membuat banyaknya perlindungan
dan pengakuan hak buruh dimasa kini. Namun perjuangan bukan berarti berhenti karena setiap adanya penguasa akan tetap adanya kesalahan baik penyelewengan atau pengingkaran dan lain sebagainya.

Buruh memanglah kaum yang tak memiliki kekuasaan tinggi hingga akhirnya dunia kian kejam dan melucuti hak. Maka itu perjuangan buruh akan tetap dikobarkan sampai terciptanya kesejahteraan pada
kalangan buruh. Saat ini dunia sedang dilanda suatu musibah berupa pandemi tak terkecuali Indonesia. Presiden Joko
Widodo mengumunkan kasus perdana COVID-19 pada 02 Maret. Mitos Indonesia 'kebal' Corona pun patah. Saat itu setidaknya sudah ada 50 negara yang sudah mengkonfirmasi memiliki kasus COVID-19.
Namun menurut FKM UI bahwa virus COVID-19 sudah masuk Indonesia sejak bulan Januari.

Menyoroti upaya pemerintah dalam usaha untuk memutus mata ratai COVID-19 berupa himbauan untuk menerapkan Social Distancing dan yang baru-baru ini adalah memberlakukan penerapan PSBB
(Pembatasan Sosial Berskala Besar). Langkah pemerintah tersebut bukan tanpa efek, banyak perusahaan-perusahaan menerapkan WFH (Work From Home) sebagai bentuk antisipasi. Yang menjadi
permasalah adalah tidak sedikit dari perusahaan-perusahaan tersebut yang melakukan Perumahan bahkan PHK kepada para karyawan-karyawanya.
Menurut salah satu Organisasi buruh di Tangerang (GSBI) yang membuka posko pengaduan PHK pada 06 April 2020 ada sekitar 900an buruh yang dirumahkan dan yang ter-PHK sekitar 1200an dari 4 Pabrik.
Menurut apa yang disampaikan walikota Tangerang pada tanggal 09 April 2020 ada 53 perusahaan yang terdampak Covid-19 dan Ada sekita 3.693 buruh yang terdampak sekitar 651 buruh yang dirumahkan dan 3,100an di PHK. Dan berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang hingga 21 April
2020 tercatat 35 perusahaan telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja dan merumahkan sekitar 8.988 buruh. "Dirumahkan berjumlah 6.083 dan di-PHK 2.905. Perbedaan angka bisa saja terjadi karena mungkin tidak semua pabrik melapor. Sampai menjelang Hari raya Idhul Fitri angka ini diperkirakan akan terus bertambah.

Terdapat beberapa langkah alternatif agar pekerja/buruh tidak di-PHK dan kegiatan usaha tetap dapat berjalan. Namun, jika tidak terhindarkan, maka PHK harus dilakukan berdasarkan ketentuan Undang-
Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.diterangkan bahwa jika pengusaha tidak mampu membayar upah sesuai upah minimum sebagai imbas
COVID-19, pengusaha pun dapat melakukan penangguhan pembayaran upah (jika pengusaha tidak mampu membayar upah sesuai upah minimum), dengan terlebih dahulu melakukan perundingan
dengan pekerja/buruh atau serikat pekerja/serikat buruh terkait penangguhan tersebut.

KESIMPULAN:
Didalam situasi seperti ini semua element masyarakat seharusnya sadar bahwa saat ini penting untuk bersinergi dalam upaya pemutusan penyebaran virus COVID-19 bukan melakukan tindakan tidak terpuji
seperti meborong barang-barang pokok d ataupun menimbun APD yang menyebabkan kelangkaan serta
melambungnya harga dipasaran. Gerakan berupa gotong-royong penghimpunan dana donasi, pembagian sembako kepada yang membutuhkan, memberikan support secara moral maupun matriil serta berdoa adalah tindakan yang seharusnya bisa dicontoh sehingga keadaan tetap stabil dan pandemi diharapkan cepat berlalu. Buruh dalam memperjuangkan hak-hak serta tuntutannya diharapkan tetap bisa menjaga kondusifitas keadaan dengan tidak melakukan tindakan gegabah ataupun provokatif yang dapat menyebabkan kekacaun. Dengan tetap melakukan segala kegiatan ataupun aktifitas sesuia
dengan prosedur kesehatan darurat COVID-19. Lakukan mediasi dengan pihak perusahaan dan serikat pekerja. Pihak perusahaan pun seharusnya perlu melibatkan buruh dalam setiap pengambilan keputusan dan tidak secara sepihak untuk melakukan pemutuskan hubungan kerja.

Sumber:
https://pospapua.com/sejarah-may-day-dari-amerika-ke-seluruh-dunia/
https://metro.tempo.co/read/1333915/corona-9000-buruh-di-kabupaten-tangerang-di-phk-dan-dirumahkan
https://tirto.id/saat-pandemi-corona-jokowi-gagal-melindungi-buruh-dari-phk-eLlR
https://metro.tempo.co/read/1336506/polres-jaksel-angka-kecelakaan-turun-hingga-40-persen-saat-psbb



Ditulis : Kang Jordan & Teh Nurul ( Staff Muda Divisi Kastrad)
Dipublikasikan : Divisi Mading

Minggu, 21 Juni 2020

Juara 2 Lomba Cerpen Dies Natalis HIMAGRI ke-17

Disarankan ketika membaca cerita ini sambil dibarengi mendengar lagu
Oh my angel oleh CHAI ost angel last mission

Lukisan Lautan yang Memudar
Karya: Alda Putri. i. N

”Apakah kamu pernah mendengar seperti apa nyanyian sebuah batu, jika jawabmu adalah tidak maka kebalikan darimu aku akan menjawab iya”.
DAYONG

       Kala mentari menyinari di seberang busur langit hitam aku menatap dan hanya menatap kearah langit, kemudian ku bertanya dalam benak ada apa dan mengapa, kenapa semua ini memetakan hatiku dengan mudah di lubang sepi sehingga pada kala itu air yang lembut bisa menerjang hatiku dengan keras.
     Semua tentang hari itu semuanya adalah keramat kelam dalam hidupku, seakan-akan dua buah borgol besi berkarat sedang memenjarakan aku dengan keindahan yang lelap dimakan waktu. Jika kamu tidak mengerti seharusnya kau bertanya, kenapa kau selalu diam dan membelakangiku dengan kalimat aku baik-baik saja.
    Kenapa kau berusaha bersembunyi!! Segera keluar aku sangat membencinya, kenapa kamu terus bersembunyi dalam dinginnya dunia ini. Aku mohon lepaskan aku dari jeratanmu! lepaskan aku dari setiap inci penyiksaanmu aku membenci setiap kalimat yang selalu kau katakan. Setiap kalimat yang selalu membuatku berada di puncak kebodohan.
    “Aku baik-baik saja, cobalah kau tersenyum, ayo kita tertawa, ayo kita menari, lihat-lihat ini! bukankah ini lucu, hei coba lakukan ini, wah ternyata kita mirip”. Kata –kata dan hanya kata-kata, padahal hanya itu namun setiap ingatan tentangmu selalu saja menyakitkan. Apa kau puas! Aku bertanya apa kau puas arghhhhhhh!!!!!
      Apa kau tau tempat ini sangat hampa tanpamu tempat dimana ingatan tentangmu menjadi meluas dan merebak dalam hatiku, senyumanmu selalu kulihat di tempat itu bahkan hangat dan harumnya bau tubuhmu masih kurasakan, aku tidak tau kamu sudah sampai mana setelah pergi meninggalkanku selama 9 tahun lamanya, bahkan mungkin kau tidak akan kembali lagi, karena waktu telah menjadikanmu kupu-kupu yang cantik di dunia lain dan menyiksaku dengan ingatanmu di dunia ini.
    Aku hanya ingin menceritakan ini padamu lautan yang kita tapaki 9 tahun lalu, lautan itu sudah tidak cantik lagi. Maaf jika kau kecewa begitupun aku, aku sangat kecewa kenapa aku dan orang-orang didalamnya sangat serakah hingga membuat tempat yang penuh kenangan ini hancur hanya dengan sentuhan kecil tangan manusia. Apa kau tau bukan hanya kau yang pergi namun lelaki tua yang sangat baik padaku serta kau juga. Ternyata sudah pergi meninggalkanku dan lebih memilih untuk menemuimu disana.
     Aku berharap tempatmu lebih baik daripada ditempatku sekarang, kau tidak akan pernah tau ternyata ditahun ini lebih banyak orang pergi ketempatmu dan meninggalkan bumi tua yang lusuh penuh penderitaan ini. Mereka pergi tanpa suara dan hanya meninggalkan beberapa angka nilai statiska yang mematikan telinga setiap manusia yang menyesal.
    Jika kau ada disini aku paham seperti apa pandangamu padaku, kamu akan tersenyum dan memegang pundakku kemudian kau akan bilang “hei aku tidak pernah melihatmu seperti ini? kenapa kamu serius banget sih ayo tersenyum ayo ayo seperti ini lihat ini”. Meski aku membenci kalimat itu, namun disaat aku sendiri di dalam dunia yang penuh penderitaan serta keserakahan ini, aku merasa hangat dan hanya dengan melihat garis wajahmu di langit aku menjadi hangat dan tidak kesepian.
    Ah sebelumnya aku minta maaf, aku telah menjadi pengecut aku sangat menyesalinya. Aku menyesal kenapa aku harus melihat senyum dan air mata terakhirmu dan kenapa semua manusia itu berbohong tentang dirimu? Kenapa harus aku yang tersiksa tanpa mengetahui apapun.
    Kadang kala aku menyempatkan sesekali pergi ke tempat kita, apa kau masih ingat lautan di depan rumahku, setiap gelombang ombaknya yang indah deruannya yang menggelitik pendengaran kemudian hembusan angin yang membuat tubuh mungil kita kedinginan sehingga beberapa tawa keluar dari mulut kita berdua, tempat itu berubah seperti waktuku yang tidak bisa mendapatkan penggantimu, tempat itu menjadi kotor seperti diriku, bahkan kamu tidak bisa menemukan lagi batu harapan yang selalu kita apungkan di atas ombak, aku hanya ingin tau apa harapanmu kala itu aku penasaran.
     Batu itu mengapung seperti harapanku saat itu aku berharap kau menjadi sesuatu yang indah dalam hidupku dan tidak pernah pergi meninggalkanku namun sepertinya harapanmu berbeda dariku. Apa kau tau sekarang ombak itu sedang menyerangku setiap hari, bahkan deruannya selalu membuat air mataku mengalir serta hanya dengan melihatnya saja membuatku sakit, terlebih lagi tempat itu tidak tampak seperti kenangan lalu kita, mungkin bagi sebagian orang ceritaku ini hanyalah fiksi cerita yang kuaransemen sendiri namun nyatanya memang selama pencarianku kenapa aku selalu mengingatmu dan tidak bisa bertahan dengan nama yang lain. Saat pertama kali melihatmu di taman kanak-kanak aku paham kenapa saat itu hatiku yang keras bisa lembut oleh hatimu bukan karena apa yang terbentuk di luarmu namun semua itu terbentuk di hatimu. Cara mu menjadikan istimewa adalah cara tulusmu untuk diam-diam berada dalam hidupku kemudian pergi dariku dengan cara yang bahkan tidak kusukai.
     Aku harap lautan itu tidak akan berubah dan bumi yang kutempati ini akan menjadi indah seperti tempat yang kau dan lelaki tua ku itu serta beberapa orang dengan nilai statiska itu tinggali. Aku harap setiap kenangan menyakitkan ini akan membangkitkanku untuk merubah tempat kenangan mu itu menjadi tempat yang persis seperti dahulu kemudian membuat semua orang yang ada disini paham mengenai keindahanmu lewat ceritaku serta aku harap setiap orang bisa mengapungkan batu harapan juga seperti kita dahulu dan mengucapkannya tanpa banyak suara dan hanya hati saja dan sang pencipta yang dapat mendengar.



“Terimakasih telah melembutkan setiap batu yang keras dalam hatiku, aku akan menerima penyesalan ini dan menerima setiap ingatan yang kau berikan ini, aku akan berusaha merubah apa yang harusnya seperti dulu adanya. Terimakasih untuk mencoba membuatku tersenyum dalam beberapa tahun lalu hingga kini”



Permohonan maaf kecil seorang batu yang keras
Seperti lagu yang aku sarankan diatas malaikatku sudah menyelesaikan misi terakhirnya dengan membuatku terbuka akan dunia yang penuh warna.

Juara 1 Lomba Cerpen Dies Natalis HIMAGRI ke-17

Meniti Jejak di Pandeglang
Karya: Resti.A.F

Rona jingga yang namanya senja telah nampak terlihat jelas di langit Serang . Lima jam sudah gelisah menemani di hari rabu mulai pukul satu. Begitu lama, tapi masih belum usai juga. Kuraih telepon genggam yang berada di atas nakas putih di sudut ruang kamar berukuran 4x4 meter ini. Tanpa pikir panjang, jemari menari dengan lihainya, mengetik pesan yang ditujukkan pada kontak bernamakan Kak Viko, dia adalah kakak tingkat sekaligus kakak bimbingku di jurusan Agroekoteknologi yang selalu memberikan arahan, masukan dan selalu membuatku tenang dalam setiap keadaan yang bimbang.

Sempat kesal, karena beberapa pesanku yang berisikan keluhan belum juga dia balas, bahkan dilihat pun belum. Tapi aku paham, karena dia masih berada di kampus. Viko termasuk salah satu mahasiswa aktif berorganisasi. Bukan hanya itu, dia juga memiliki banyak prestasi akademik  mulai dari masanya duduk di bangku SD.
“Maaf ya de, kakak baru selesai rapat. Gimana sekarang masih gelisah? Mungkin kamu terlalu penat. Kalau gitu hari sabtu siapin waktu kosong ya” jawabnya 2 jam kemudian.
“Emang mau kemana kak?” tanyaku yang berakhir tanpa ia jawab.

***
Matahari berangsur menyeruakkan sinarnya, menembus jendela kamar bergorden abu. Ku sipitkan mata menolak silau dan sedikit mengingat ada apa di sabtu pagi ini.
KRING...
Notifikasi muncul dari sebuah aplikasi WhatsApp di handphone yang terletak pada nakas samping tempat tidur. Mataku membelalak ketika membuka room chat WhatsApp, 41 pesan dari kontak yang sama. Aku sungguh lupa kalau hari ini dia akan mengajakku ke suatu tempat, yang entah itu tempat biasa kita makan bersama atau pergi ke MOS untuk menonton film action terbaru.

Dengan cepat Reina si gadis yang punya kebiasaan kesiangan dan pelupa ini bergegas meninggalkan tempat tidur yang serba bernuansa putih. Meraih handuk dan menuju kamar mandi. 08.07, angka yang menunjukkan jam di hanphonende.
“yuk berangkat” ajaku sambil menaiki sebuah motor Honda Beat milik Viko. Viko hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan aneh adik tingkatnya yang satu ini. Kami mulai melaju, mengakhiri 1 jam penantian Viko di depan kamar kost.
Panas, inilah kota Serang. Jangankan pagi menuju siang, sampai malam pun panas selalu setia membersamai.  Kurang lebih 40 menit perjalanan, Viko menghentikan kemudinya di sebuah pasar yaitu pasar Cadasari yang berada di Kabupaten Pandeglang. Ia kebingungan melihat aku yang menekuk muka ketika turun dari motornya. Bagaimana tidak, aku kira kita akan pergi ke suatu tempat wisata yang belum aku kunjungi di Pandeglang tapi dia mengajakku berhenti di salah satu pasar saja.

Seketika dia mulai tertawa, lebih tepatnya menertawakan aku sih. Viko meletakan tangannya di puncak kepalaku, mengacak-acak rambut yang memang sudah berantakan karena memakai helm.
“Hahaha jelek tau cemberut gitu” ejeknya yang semakin membuatku kesal, untung aku masih bisa menahan amarah. Tidak tahu saja kalau aku sudah marah ketika on period begini bagaimana.
“yakali aku gak cemberut kak, kakak ngeburu-buru tapi cuman ajak aku ke pasar. Emang kita mau ngapain? Belanja buat bikin kueh hah?” jawabku dengan nada kesal. Tapi bukan merasa bersalah, dia malah semakin terkekeh. Tanpa ada sanggahan untuk ucapanku, dia malah menarikku membawa ke sebuah tempat berjualan makanan.
“Belum sarapan kan tadi? Nih pilih makanan sepuasnya udah itu kita lanjut perjalanan” katanya. Ah aku malu sekali saat ini berada dihadapannya. Tapi rasa maluku hilang saat mata tertuju pada beberapa makanan khas Pandeglang, apalagi yang paling aku suka yaitu Jojorong. Kue yang dibalut daun pisang dengan bentuk menyerupai mangkuk, berbahan dasar tepung beras dan santan kelapa yang didalamnya terdapat gula aren manis, dan yang paling aku suka dari beberapa makanan khas daerah adalah dengan pengolahannya dengan cara dikukus.

Tujuh kue jojorong dan lima kue balok yang juga merupakan makanan khas Pandeglang sudah aku pisahkan dan siap dibungkus. Viko hanya memperhatikan dengan tangan yang dilipat dan menggeleng seperti biasanya saat melihat kelakuanku ini. Dia memang orang yang diam-diam perhatian. Sering kali di kampus pun dia selalu membelikan makan tanpa diminta jika tahu adiknya ini sedang malas memberi asupan pada tubuhnya sendiri.
Berbeda dari 3 jam lalu, kini mataku dimanjakan dengan hijaunya tumbuhan yang berbaris bak pengawal yang sedang mengawal pengendara.  Riuh gemuruh angin menyarukan kata yang masing-masing keluar untuk berbincang dalam mengisi panjangnya perjalanan yang masih belum tau arah kemana aku akan dibawanya.

“Oh ini ternyata Pandeglang” dalam hati aku bicara sendiri. Ini adalah kali pertama aku menginjakkan kaki di Kabupaten Pandeglang, setelah satu tahun lamanya menjalankan kuliah di salah satu Universitas di Provinsi Banten.
“Kak, kita mau kemana sih? Ini ko kayak hutan. Awas ya jangan macem-macem” rengekku untuk yang kesekian kalinya.
“Iya tenang, bukannya kamu bilang kamu sering gelisah dan bad mood tanpa alasan kan? Itu tandanya kamu butuh liburan yang bisa menenangkan pikiran. Jadi aku bakal ajak kamu ke suatu tempat yang bakal bikin pikiran dan perasaan kamu lega” katanya. Aku hanya bisa diam mendengar jawabannya. Tidak ada rasa takut sama sekali sebenarnya, aku bilang takut hanya untuk membuat dia memberi tahu saja kita akan kemana, tapi hasilnya nihil, masih dirahasiahkan. Kami terus melaju memasuki jalan yang rimbun akan pepohonan.
“Sampai” Tanpa sadar, motor yang Viko kendarai terhenti di sebuah parkiran. Aku turun sambil berusaha membuka helm dengan agak kesulitan tapi dia malah jalan duluan.

Aku kira dia tidak akan kembali ke parkiran, tapi ternyata dia hanya menuju warung dipinggir sana yang tak terlalu jauh dari tempat motor terparkir. Viko kembali dengan dua pelampung ditangannya.
“Kakak tau kamu suka ke tempat yang alami, jadi kakak bawa kamu kesini. Curug Putri” katanya sambil mengarahkan telunjuk ke sebuah plang lalu menarik lenganku tanpa aba-aba. Setelah tahu niatnya begitu, tiba-tiba saja jantungku berdetak kencang. Rasanya aku ingin menghambur memeluk raganya yang berperawakan tinggi itu, tapi untung masih bisa tertahan dengan hanya menmpakkan senyum lebar dan ungkapan terimakasih. Sempat heran sih kenapa menuju curug saja harus menggunakan pelampung dan ditemani pemandu, “sudahlah aku ikuti saja” pikirku sendiri.

Berjalan dan berjalan, kini kaki telah menapak pada jalan berlebar sekitar 1 m yang sering kita kenal jalan setapak. Basah embun dari tumbuhan yang rimbun menyentuh bagian tubuh. Kurang lebih 30 menit menyusuri jalan seperti hutan, kini air menanti dihadapan. Curug Gendang, adalah curug yang dilalui sebelum Curug Putri. Setelahnya, kami mulai diinstruksikan untuk mengenakan pelampung saat akan menyambut air terjun. Karena katanya, ketinggian air mencapai 2 meter yang akan membahayakan jika kita menuju sana tanpa memakai pelampung, apalagi seperti aku yang tidak bisa berenang ini.
Turun perlahan, kini tubuh mulai merespon dinginnya air. Sungguh menyegarkan. Aku sering berpetualang ke alam untuk menikmati keindahannya, termasuk pergi ke beberapa mata air yang disebut curug. Tapi sungguh, ini sungguh berbeda. Tuhan sedang membuka mataku untuk lebih bersukur setelah dipertemukan Curug Putri di Pandeglang ini, indahnya mampu membuat manusia terpesona atas kondisi alami yang ada apalagi dengan tebing seperti diukir yang mengapit aliran mata air dari hulu ke hilir. Tinggi tebing yang menjulang, berlekuk dengan warna alami bebatuan yang kecoklatan natural. Aku kira tebing ini adalah hasil rekayasa manusia, akan tetapi ternyata ini benar-benar karya Tuhan yang maha kuasa. Sungguh pukauan yang sulit dideskripsikan dengan kata-kata, pantas saja tempat ini dijuluki Little Green Canyon. Intinya sekarang gelisahku telah tergantikan dengan gembira.

Gembiraku sesederhana ini, tidak perlu makan mewah di restauran bintang lima atau berwisata ke tempat yang mahal harganya, cukup dipertemukan dengan alam saja aku sudah bahagia luar biasa.
15.23 WIB, dengan berat hati kami harus beranjak dari tempat yang menentramkan hati dan pikiran. “Pokoknya kita harus kesini lagi, janji yaa” paksaku sambil menggoyahkan bahu Viko. Dia tersenyum dan menaikkan kedua alisnya isyarat menyetujui. Ahh Terimakasih Tuhan aku bahagia sekali hari ini.

***
 Bintang yang berkerlip telah lenyap tergantikan mentari. Pagi masih membersamai setiap harap yang tersungkur dibalik tumpukan kata hilang. Dua bulan dari perjalanan bersama sepulang Pandeglang, kini alarm “bangun” dibalik telepon tidak bisa diatur lagi, sebungkus nasi yang selalu disodorkan ketika tidak ingin makan, habis dilahapnya sendiri.
Tertatih memandang getir setiap riak air. Perlahan turun pada aliran yang dalam, menyelami setiap inci kenangan yang pernah terukir. Sekarang, aku sedang menepati kata “harus” untuk kembali di tempat ini (Curug Putri) dibersamai oleh janji yang teringkari. Dua bulan lamanya sudah aku kehilangan seorang Viko. Lebih tepat bukan raganya yang hilang, karena dia selalu tampak dihadapan, melainkan sikap pedulinya yang terbuang. Sekarang kita ada namun tanpa dekat yang lekat dan memiliki sekat tanpa sebab yang jelas.
Walaupun dalam keadaan pahit, tapi tempat ini tetap menjadi tempat terindah dan selalu menenangkan hati. Aku mencintai tempat ini dengan segala bentuk keindahan yang melekat padanya serta setiap kenangan yang dibuatnya.

LK 1 Padma Ksatria Tirtayasa 2025