Sabtu, 20 November 2021

ARKEHIM 18 NOVEMBER 2021

 

CINTA BERMUARA PADA KEIKHLASAN DAN

 KESABARAN

"DEFINISI CINTA ALA JALALUDDIN RUMI"


Pemateri : Fajar Saris Hendarsah

Moderator : Muhammad Hafidz Jauhari



    Syekh Jalaluddin Rumi berasal dari persia,Lahir pada 30 September 1207 ayahnya adalah tokoh ulama yang Soleh dan cendekiawan yakni Bahaduddin Walad. Sehingga tidak heran jika kecerdasannya menurun kepada anaknya, bukan seorang puisi yang sekedar bicara perihal cinta dan kerinduan,tetapi beliau seorang filsafat yang mana memaknai cinta urusan dunia maupun kepada Tuhan. Karya Jalaluddin Rumi telah tersebar di beberapa negara, seperti Amerika,China,Turki,India dan masih banyak lagi. Disamping itu beliau menterjemahkan karya-karyanya ke beberapa bahasa,buku yang paling populer adalah kitab mashnawi dan karya tersebut tersebar ke banyak negara.

Adapun contoh kutipan-kutipan lain dari Jalaluddin Rumi adalah sebagai berikut :

- Cinta dilahirkan dari cinta,cinta adalah ibu kita,dan kita dilahirkan oleh orang yang maha cinta. Mengapa seseorang harus mencintai?sesungguhnya cinta itu tidak berbalas,seperti cinta ibu kepada anaknya.

- Kau senantiasa menari di dalam hatiku, meski tak seorang pun melihat-Mu, dan terkadang aku pun ikut menari bersama-Mu.

-  Kemarin aku pintar, jadi aku ingin mengubah dunia. Sekarang aku bijak, jadi aku mengubah diri sendiri.

Sesungguhnya orang yang mempelajari ilmu tidak sepantasnya berperilaku sombong dan angkuh  ,Karena rasa cinta adalah penguat agar kita Selalu Bertawakal dan rendah diri terhadap sang pencipta dan sesama makhluk.

-  Setiap penglihatan tentang keindahan akan lenyap. Setiap perkataan yang manis akan memudar

- Tuhan telah memasang tangga di hadapan kita, kita harus mendakinya, setahap demi setahap. Ini khususnya kepada Allah sang pencipta,kita merasa betapa ia amat baiknya kepada kita,dengan kebaikan-kebaikannya seolah-olah hidup kita menjadi tentram dan harus kita jalankan dengan kesabaran.

- Cinta mengubah kekasaran menjadi kelembutan, mengubah orang tak berpendirian menjadi teguh berpendirian, mengubah pengecut menjadi pemberani, mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan, dan cinta membawa perubahan-perubahan bagi siang dan malam. Pada intinya arti kutipan tersebut adalah cinta menentramkan hati dan perasaan .

Hakikat dari karya Jalaluddin Rumi adalah atas cinta kita terhadap sang khalik.

Cinta membuat tidak rukun menjadi rukun,seperti di Indonesia yang beragam,apabila kita tidak dipenuhi dengan rasa rukun dan rasa cinta maka kita tidak akan merasakan kesejahteraan dan perasaan nyaman ini.

1.  Cinta itu didefinisikan pada beberapa bahasa,cinta pertama itu susah untuk dilupakan,apakah pandangan pertama kita terhadap pacar apakah bisa dikatakan cinta hakiki ?

Jawab : Cinta itu seperti yang Jalaluddin katakan bahwa cinta itu tidak berbalas,seperti Makna ibu kita dengan pengorbanan nya,jadi makna cinta pertama itu tergantung apakah cinta itu bermakna pengharapan apakah ia mencintai kita juga atau seperti apa,Karna contohnya kita mencintai Tuhan bukan karna seolah-olah membalas apa yang telah diberikan,tapi karna kita betul-betul Ikhlas,dan cinta itu bukan dengan karena,intinya cinta yang hakiki adalah cinta yang Dengan makna tidak dengan mengharap balasan.

2. Cinta itu tidak perlu meminta balasan,apakah cinta juga perlu ada pengorbanan?

Jawab : contohnya klub sepak bola,seberapa besar fanatiknya terhadap hal tersebut,atau kita suka sama seseorang tergantung pada diri kita sendiri bagaimana menyikapinya ,dan begitupun pada Islam,apabila digoyahkan maka lawan, pengorbanan seperti apa yang Benar?cinta seperti apa yang kita maksud?dan kalau cinta kita atas dasar halal maka harus diperjuangkan.

3. Bagaimana kita tau cinta yang sesungguhnya dan bagaimana cara mengatasinya?Agar tidak terlalu bucin berlebihan yang akhirnya malah mencelakakan diri kita sendiri.

Jawab : zinah itu yang seperti apa?jika kita selalu berharap sebelum halal,alangkah baiknya kita berpuasa,tidak salah memang memiliki rasa cinta,tapi gunakanlah perasaan kita atau rasa cinta kita dengan baik.

4. Cinta itu tidak mesti memiliki,tapi bagaimana cara mengikhlaskan cinta tersebut seperti apa?

Jawab : Jika sesama mahluk sebenarnya jika konteks nya diluar pernikahan atau tanpa kata sah ,meskipun jodoh ditangan Tuhan tapi kembali lagi bagaimana kita memperjuangkan. Namun setiap mahluk harus dengan konteks yang sesuai,dan jika cinta kita kepada khalik harus terus diperjuangkan dengan ikhlas. Masalah cinta itu suatu yang krusial dan penting, diibaratkan tukang parkir meski banyak motor dan mobilnya tapi ketika ada orang-orang yang mengambil nya beliau mengikhlaskan,hal tersebut karna itu adalah titipan, segala sesuatu yang kita rasakan itu anugerah Allah SWT, apapun yang kita rasakan bersifat fana

5. Diusia kita pasti cape juga kalo cinta-cintaan yang gajelas,bertemu sama orang yang tidak tepat ,ciri-ciri jodoh kita seperti apa?

Jawab : jodoh ibarat kematian,yakni tidak bisa ditebak tapi jodoh itu cerminan diri kita seperti kebiasaan kita,sifat kita sendiri,namun terkadang bisa juga berbanding terbalik namun tergantung pada ketentuan Allah tentang bagaimana jodoh kita.

Jika kita berkualitas dan memperbaiki diri,Maka kita akan bertemu dengan orang yang sesuai dengan kita,intinya harus memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu.

6. bagaimana penjelasannya mengenai korelasi dari nafsu,mahabbah & syahwat

Jawab : Syahwat semua orang memilikinya, namun jika nafsu kita sering digunakan dengan tidak baik. Allah menciptakan nafsu harus dikorelasikan dengan baik, mahabbah secara istilah merupakan perasaan rindu atau senang kepada sesuatu atau sesuatu yang memusatkan kita, mahabbah atau cinta yang sempurna lebih baiknya murni dan Ridha Allah,mahabbah cinta kepada sang khalik tanpa mengharapkan sesuatu. Maka syahwat dan mahabbah berbeda. Nafsu itu memandang pada keburukan,namun ada nafsu Mutmainah Baik karena nafsu ini yang disinari cahaya. Nafsu itu jiwa bukan bermaknakan nafsu seseorang bukan hawa nafsu , sedangkan ketika hawa nafsu itu hawa. Bahasa pada Al-Qur'an berbeda maknanya dengan bahasa Indonesia yang kita gunakan,sehingga kata nafsu disini tidak bisa disama ratakan.

LK 1 Padma Ksatria Tirtayasa 2025