CINTA BERMUARA PADA KEIKHLASAN DAN
KESABARAN
"DEFINISI CINTA ALA JALALUDDIN
RUMI"
Pemateri :
Fajar Saris Hendarsah
Moderator :
Muhammad Hafidz Jauhari
Adapun
contoh kutipan-kutipan lain dari Jalaluddin Rumi adalah sebagai berikut :
- Cinta dilahirkan dari cinta,cinta
adalah ibu kita,dan kita dilahirkan oleh orang yang maha cinta. Mengapa
seseorang harus mencintai?sesungguhnya cinta itu tidak berbalas,seperti cinta
ibu kepada anaknya.
- Kau senantiasa menari di dalam
hatiku, meski tak seorang pun melihat-Mu, dan terkadang aku pun ikut menari
bersama-Mu.
- Kemarin aku pintar, jadi aku ingin
mengubah dunia. Sekarang aku bijak, jadi aku mengubah diri sendiri.
Sesungguhnya orang yang mempelajari
ilmu tidak sepantasnya berperilaku sombong dan angkuh ,Karena rasa cinta adalah penguat agar kita
Selalu Bertawakal dan rendah diri terhadap sang pencipta dan sesama makhluk.
- Setiap penglihatan tentang
keindahan akan lenyap. Setiap perkataan yang manis akan memudar
- Tuhan telah memasang tangga di
hadapan kita, kita harus mendakinya, setahap demi setahap. Ini khususnya kepada
Allah sang pencipta,kita merasa betapa ia amat baiknya kepada kita,dengan
kebaikan-kebaikannya seolah-olah hidup kita menjadi tentram dan harus kita
jalankan dengan kesabaran.
- Cinta mengubah kekasaran menjadi
kelembutan, mengubah orang tak berpendirian menjadi teguh berpendirian,
mengubah pengecut menjadi pemberani, mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan,
dan cinta membawa perubahan-perubahan bagi siang dan malam. Pada intinya arti
kutipan tersebut adalah cinta menentramkan hati dan perasaan .
Hakikat dari karya Jalaluddin Rumi
adalah atas cinta kita terhadap sang khalik.
Cinta membuat tidak rukun menjadi
rukun,seperti di Indonesia yang beragam,apabila kita tidak dipenuhi dengan rasa
rukun dan rasa cinta maka kita tidak akan merasakan kesejahteraan dan perasaan
nyaman ini.
1.
Cinta itu didefinisikan pada beberapa bahasa,cinta pertama itu susah
untuk dilupakan,apakah pandangan pertama kita terhadap pacar apakah bisa
dikatakan cinta hakiki ?
Jawab : Cinta itu seperti yang
Jalaluddin katakan bahwa cinta itu tidak berbalas,seperti Makna ibu kita dengan
pengorbanan nya,jadi makna cinta pertama itu tergantung apakah cinta itu
bermakna pengharapan apakah ia mencintai kita juga atau seperti apa,Karna
contohnya kita mencintai Tuhan bukan karna seolah-olah membalas apa yang telah
diberikan,tapi karna kita betul-betul Ikhlas,dan cinta itu bukan dengan
karena,intinya cinta yang hakiki adalah cinta yang Dengan makna tidak dengan
mengharap balasan.
2. Cinta itu tidak perlu meminta
balasan,apakah cinta juga perlu ada pengorbanan?
Jawab : contohnya klub sepak
bola,seberapa besar fanatiknya terhadap hal tersebut,atau kita suka sama
seseorang tergantung pada diri kita sendiri bagaimana menyikapinya ,dan
begitupun pada Islam,apabila digoyahkan maka lawan, pengorbanan seperti apa
yang Benar?cinta seperti apa yang kita maksud?dan kalau cinta kita atas dasar
halal maka harus diperjuangkan.
3. Bagaimana kita tau cinta yang
sesungguhnya dan bagaimana cara mengatasinya?Agar tidak terlalu bucin
berlebihan yang akhirnya malah mencelakakan diri kita sendiri.
Jawab : zinah itu yang seperti apa?jika
kita selalu berharap sebelum halal,alangkah baiknya kita berpuasa,tidak salah
memang memiliki rasa cinta,tapi gunakanlah perasaan kita atau rasa cinta kita
dengan baik.
4. Cinta itu
tidak mesti memiliki,tapi bagaimana cara mengikhlaskan cinta tersebut seperti
apa?
Jawab : Jika
sesama mahluk sebenarnya jika konteks nya diluar pernikahan atau tanpa kata sah
,meskipun jodoh ditangan Tuhan tapi kembali lagi bagaimana kita memperjuangkan.
Namun setiap mahluk harus dengan konteks yang sesuai,dan jika cinta kita kepada
khalik harus terus diperjuangkan dengan ikhlas. Masalah cinta itu suatu yang
krusial dan penting, diibaratkan tukang parkir meski banyak motor dan mobilnya
tapi ketika ada orang-orang yang mengambil nya beliau mengikhlaskan,hal
tersebut karna itu adalah titipan, segala sesuatu yang kita rasakan itu
anugerah Allah SWT, apapun yang kita rasakan bersifat fana
5. Diusia
kita pasti cape juga kalo cinta-cintaan yang gajelas,bertemu sama orang yang
tidak tepat ,ciri-ciri jodoh kita seperti apa?
Jawab :
jodoh ibarat kematian,yakni tidak bisa ditebak tapi jodoh itu cerminan diri
kita seperti kebiasaan kita,sifat kita sendiri,namun terkadang bisa juga
berbanding terbalik namun tergantung pada ketentuan Allah tentang bagaimana
jodoh kita.
Jika kita
berkualitas dan memperbaiki diri,Maka kita akan bertemu dengan orang yang
sesuai dengan kita,intinya harus memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu.
6. bagaimana
penjelasannya mengenai korelasi dari nafsu,mahabbah & syahwat
Jawab :
Syahwat semua orang memilikinya, namun jika nafsu kita sering digunakan dengan
tidak baik. Allah menciptakan nafsu harus dikorelasikan dengan baik, mahabbah
secara istilah merupakan perasaan rindu atau senang kepada sesuatu atau sesuatu
yang memusatkan kita, mahabbah atau cinta yang sempurna lebih baiknya murni dan
Ridha Allah,mahabbah cinta kepada sang khalik tanpa mengharapkan sesuatu. Maka
syahwat dan mahabbah berbeda. Nafsu itu memandang pada keburukan,namun ada
nafsu Mutmainah Baik karena nafsu ini yang disinari cahaya. Nafsu itu jiwa
bukan bermaknakan nafsu seseorang bukan hawa nafsu , sedangkan ketika hawa
nafsu itu hawa. Bahasa pada Al-Qur'an berbeda maknanya dengan bahasa Indonesia
yang kita gunakan,sehingga kata nafsu disini tidak bisa disama ratakan.