KEUTAMAAN ILMU AGAMA DAN PARA PENUNTUTNYA
Yang dimaksud ilmu adalah mengetahui sesuatu sebagaimana mestinya, jika dalam sesuatu kita masih ragu-ragu maka itu bukanlah ilmu, karena ilmu bersifat pasti, jelas, dan sebagaimana mestinya. Kemudian, konteks ilmu secara mutlak dalam nash Quran dan Sunnah yang dimaksud adalah ilmu agama, seperti yang dikatakan pada surat Al mujadalah, bahwa Allah senantiasa meninggikan derajat orang-orang beriman dan orang yang berilmu diantara mereka serta dalam hadits dikatakan bahwa barang siapa yang selalu menuntut ilmu maka Allah akan permudah jalannya menuju surga.
Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu. Kewajiban menuntut ilmu agama sangat ditekankan, dalam hal ini Ilmu agama bersifat fardhu ain sedangkan untuk pendidikan formal itu hukumnya fardhu kifayah yang artinya tidak diwajibkan semua orang untuk dapat mengetahui ilmu tersebut, sebagai contoh ilmu kedokteran tidak harus dimiliki oleh setiap individu. Pengetahuan mengenai Ilmu agama dan Al-Qur'an sangat penting keberadaannya bagi manusia karena menjadi pedoman manusia di dunia dan menjadi bekal di akhirat.
Dalam hal ini, beberapa keutamaan menuntut ilmu agama meliputi:
Sebagai amal jariyah, dalam sebuah hadis yang Abu Hurairah riwayatkan dari Rasulullah SAW, Rasulullah mengatakan bahwa ilmu yang bermanfaat tidak akan putus amalannya meskipun sudah meninggal dunia. Ilmu yang bermanfaat yang dimaksud adalah ilmu yang bisa menyelamatkan kita dari api neraka. Ilmu tersebut adalah ilmu baik yang kita sebarkan kepada orang lain, menjadikan orang lain lebih bermanfaat dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Setara dengan jihad dijalan Allah, seperti dalam firman Allah SWT pada Surat At-Taubah ayat 122: “Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.”
Jalan menuju surga, Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699).
Tentunya masih banyak keutamaan lainnya mengenai menuntut ilmu agama, namun selain itu ada satu hal yang perlu diketahui bahwa setelah menuntut ilmu atau kita mengetahui dan memiliki ilmu khususnya ilmu agama, wajib bagi kita untuk mengamalkan dan menyebarkannya. Seperti yang dikatakan pepatah bahwa ilmu tanpa amal, bagaikan pohon yang tak berbuah (tidak berguna sama sekali). Jika kita memiliki ilmu, dan ilmu tersebut tidak disebarkan kepada orang lain dan bahkan juga tidak diamalkan maka ilmu tersebut hanya akan menjadi beban nanti di akhirat, karena ilmu yang kita dapat akan diminta pertanggungjawaban dan ditanyakan oleh Allah SWT, sebagai contoh ilmu yang tidak diamalkan adalah orang yang tahu kewajiban zakat sholat namun tidak melaksanakannya maka ilmu tersebut akan menjadi beban di akhirat dan justru sia-sia. Naudzubillah Min Dzalik.
Maka, selalu tanamkan keikhlasan dan hanya diperuntukkan untuk mencari keridhoan Allah SWT setiap kali kita menuntut ilmu dan mengamalkannya. Allah SWT berfirman: “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami” (QS. Al Ankabut: 69).
Wallahu A’lam
Pemateri : Ginanjar Setiawan dari Ketua Departeman Dakwah & Kaderisasi Wahdah Islamiyah Provinsi Banten

Tidak ada komentar:
Posting Komentar