Rabu, 29 April 2020

ARKEHIM "MEMAKSIMALKAN MOMENTUM RAMADHAN DI TENGAH PANDEMI"


Memasimalkan Momentum Ramadhan di Tengah Pandemi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi, di mana Allah mewajibkan puasa di bulan itu kepada kamu. Pada bulan itu pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan durhaka dibelenggu. Di bulan itu terdapat suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Barangsiapa dihalangi mendapatkan kebaikannya, maka ia telah terhalangi.” (HR. Ahmad, Nasa’i, dan Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ no. 55)


Sekalipun ramadhan kali ini terasa berbeda, tetapi jangan sampai membuat kita lemah. Sesungguhnya merupakan berkah yang sangat besar ketika kita masih dapat bertemu dengan bulan Ramadhan tahun ini untuk bertaubat dan menambah ketaqwaan kepada Allah SWT.
Di tengah pandemi ini, kita tetap bisa mengoptimalkan ibadah dan mengejar keutamaannya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya:

Mengkhatamkan Al-Qur’an
Dengan di rumah, kita memiliki waktu yang senggang untuk mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan ini atau sekiranya membaca Al-Qur’an di waktu sehabis shalat atau setiap malam. Dengan memanfaatkan sosial media, kita dapat ikut atau membuat grup tadarus online bersama saudara maupun teman-teman kita, tanpa mengurangi manfaatnya.



Memaksimalkan Ibadah dan Amalan Sunnah
Dengan anjuran tetap berada di rumah, menjadikan kita memiliki waktu luang untuk beribadah kepada Allah SWT. Kita dapat melaksanakan shalat duha maupun tahajud dengan khusyu tanpa diburu-buru waktu. Shalat tarawih pun yang biasanya dilakukan berjamaah di masjid, tetap bisa dilakukan di rumah dengan berjamaah bersama keluarga tanpa mengurangi manfaatnya dan justru meningkatkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan dengan keluarga.



Bersedekah 
Ramadhan di tengah pandemi ini tentu menjadi momentum berharga untuk menguatkan kembali ibadah sosial dengan sesama.
Bagi yang memiliki rezeki lebih, hal ini dapat diwujudkan dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial seperti berbagi makanan dengan sesama, zakat, sedekah, serta menolong orang-orang yang lemah, khususnya bagi mereka yang terdampak akibat pandemi covid-19.

Tentunya masih banyak amalan yang bisa kita kerjakan di tengah pandemi ini, namun yang terpenting adalah jangan menjadikan keadaan saat ini membuat semangat ibadah kita menjadi surut, tetapi menjadikan kita lebih gencar lagi mendekatkan diri kepada Allah SWT sambil memohon supaya wabah ini segera berakhir
Wallahu A’lam




Di tulis: Divisi Kerohanian
Di Publikasikan: Divisi Mading

Sabtu, 11 April 2020

ARKEHIM "Pentingnya Muhasabah Diri"


Pentingnya Muhasabah Diri


Muhasabah adalah sesuatu yang seharusnya dijadikan sebagai kebutuhan dalam tiap-tiap diri manusia. Di dalam terminilogi syari, makna dari muhasabah ialah sebuah upaya untuk melakukan evaluasi diri terhadap setiap kebaikan dan keburukan beserta semua aspeknya. Evaluasi tersebut meliputi hubungan seorang hamba dengan Allah SWT, maupun sesama ciptaan Allah SWT.


Di dalam hadits nabi Muhammad SAW, beliau bersabda,
“Dari Syadad bin Aus r.a, dari Rasulullah SAW, bahwa beliau berkata, “Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT”. (HR. Imam Tirmidzi).

Perlu disadari bahwa berbagai bencana dan musibah yang terjadi merupakan sebuah teguran dan peringatan agar kita terdorong untuk bermuhasabah. Dengan itu, seorang muslim dapat mengukur sejauh mana dalam menaati perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya
Dengan peristiwa yang terjadi belakangan ini, alangkah baiknya jika kita intropeksi diri, dengan senantiasa bermuhasabah disetiap waktu dapat menjadikan seorang hamba tidak menyia-nyiakan waktu yang telah Allah berikan dan semakin mendorong untuk berbuat baik agar mendapat keridhaan Allah SWT.


Ditambah dengan momentum menjelang ramadhan ini, bulan penuh ampunan dan rahmat. Seorang hamba diharapkan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, meminta kemudahan dan pertolongan Allah SWT serta selalu berada dalam lindungan-Nya. Sehingga, dikemudian hari dapat menjadi pribadi yang jauh lebih baik sejalan dengan kondisi sekitar yang berangsur pulih.

Aamiin Yarobbal ‘Alamin.

Wallahu A'lam



Penulis: Divisi Kerohanian
Dipublikasikan: Divisi Mading

Senin, 06 April 2020

ARKEHIM "Belajar Bersyukur"

Belajar Bersyukur

Jangan butakan mata kita. Hanya sebab satu dua keinginan yang tidak tercapai, lalu kita menjadi manusia pengeluh, yang terhambat sebab fokusnya hanya pada kekurangan.

Mata kita selalu terbiasa melihat kekurangan dibanding atas karunia yang diberi oleh Allah SWT. Padahal Allah SWT berfirman,
“Dan janganlah engkau tujukan penglihatanmu kepada yang Kami beri kesenangan dengannya berbagai golongan dari mereka berupa perhiasan dunia, supaya Kami menguji mereka padanya, sedang rezeki Tuhanmu lebih baik dan kekal.” (Thâha: 131)

Sudahkah kita syukuri apa yang sudah kita terima?
Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:
“Barangsiapa di pagi hari membaca doa: “Ya Allah, apa saja nikmat yang kuterima pagi ini adalah dariMu semata. Tidak ada sekutu bagiMu, Maka bagiMu segala puji dan bagiMu segenap terimakasih”, maka sungguh ia telah penuhi kewajiban bersyukurnya hari itu. Dan barangsiapa mengucapkannya di waktu sore, maka sungguh ia telah penuhi kewajiban bersyukurnya malam itu.” (HR Abu Dawud 4411).



Bersyukur adalah ibadah yang tidak asing ditelinga namun serasa berat dilakukan dengan sungguh-sungguh, padahal syukur teramat istimewa. Allah juga memuji para ahli syukur dan menjanjikan balasan istimewa bagi mereka. Sebaliknya ancaman pedih juga ditujukan kepada orang-orang yang enggan bersyukur. Mulailah belajar syukur di setiap harinya.


Wallahu A’lam.




ARKEHIM 
(Artikel Keagamaan Himpunan Agribisnis)

Penulis: Divisi Kerohanian
Dipublikasikan : Divisi Mading

ARKEHIM "Qiyamullail"



Qiyamullail; Starting of Lifenya Orang Cerdas

“Hendaklah kamu melaksanakan shalat malam meskipun hanya satu raka’at”.


Qiyamullail adalah multivitamin bagi hidup mukmin yang cerdas, yang mau berubah hidupnya, yang mau hidupnya diupgrade oleh Allah. Yang rindu akan perjumpaan dengan Allah SWT, yang ingin di akhiratnya dikumpulkan bersama para Nabi, Rasul, Syuhada, Ulama, dan sholihin, merekalah sebaik-baiknya sahabat kelak.

‘Aisyah RA, istri Rasulullah SAW, bertutur tentang suaminya tercinta: “Rasulullah SAW bangun malam (untuk shalat) hingga kakinya bengkak dan pecah-pecah.”

Lalu beliau RA bertanya kepada Rasulullah SAW: “Mengapa engkau harus bersusah payah dalam beribadah dan taat kepada Allah seperti ini Ya Rasulullah sementara dosa-dosamu yang lalu dan akan datang telah diampuni oleh Allah?”

Rasulullah saw menjawab: “Apakah tidak boleh aku menjadi hamba yang bersyukur?” (HR. Muttafaqun ‘alaih)

Demikian Rasulullah SAW, seorang manusia luar biasa yang diberikan tempat terpuji disisi Allah (maqomam mahmuda) sebab akhlak mulianya dan keta’atannya kepada Allah.


Siapa sih kita? Apa sih kita di sisi Allah? Jaminan amal apa yang bisa kita banggakan? Bahkan amal-amal kitapun terkadang masih diringi riya. Sungguh merugilah kita yang kehilangan saat-saat Allah menjenguk kita setiap sepertiga malam, saat Allah turun kelangit dunia ini, saat Allah bertutur :

“Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, siapa saja yang meminta kepada-Ku maka akan Aku beri, dan siapa saja yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari).




Oleh karenanya, marilah kita temui Allah setiap sepertiga malam terakhir, kita nikmati indahnya kehidupan malam saat Sang Kholiq menjenguk kita dan menawarkan solusi atas segala problematika hidup kita. Kita jumpai dan ingat Allah saat malam hari maka Allah akan menjumpai dan mengingat kita saat siang hari, kita libatkan dan ingat Allah saat senang kita maka Allah akan mengingat kita saat kesedihan menimpa dengan memberi solusi yang terbaik. Aamiin.
Wallahu A’lam


ARKEHIM 
(Artikel Keagamaan Himpunan Agribisnis)


Penulis: Divisi Kerohanian
Dipublikasikan: Divisi Mading

Minggu, 05 April 2020

Pemilihan Ketua Angkatan 2019



HIMAGRI! SEMANGAT!!
HIMAGRI! SEMANGAT!!


Pada tanggal 6 Maret 2020 HIMAGRI telah melaksanakan satu kegiatan yang rutin diadakan dan diwadahi oleh himpunan mahasiswa agribisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa adalah pemilihan ketua angkatan. Pemilihan Ketua Angkatan Agribisnis 2019 yang bertema “Saatnya Agribisnis 2019 Memilih Dengan SEHATI (Sportif, Efektif, Harmonis, Aspiratif, Taat asas kekeluargaan dan Indah)”  telah sukses dilaksanakan dan dihadiri oleh para tamu atau peninjau yang berasal dari angkatan 2015, 2016, 2018 dan 2019. Dengan berkonsep sidang musyawarah yang dipimpin oleh M. Faqih Aqil Munawar sebagai presidium 1, Agung Tamrin sebagai presidium 2, dan Eska Maudy R sebagai presidium 3. Serta terdapat 5 fraksi yang berisikan 5 orang perwakilan dari kelas masing masing dan himpunan.  Sidang musyawarah ini berjalan baik dari awal hingga akhir dan sesuai harapan dengan dinamika dinamika yang ada di dalamnya. Serta selamat atas terpilihnya dan dilantiknya saudara M. Shidqi Rofif sebagai ketua angkatan agribsnis 2019 melalui tahap musyawarah. Harapan nya kepada M. Shidqi Rofif yang telah terpilih menjadi ketua angakatan agribisnis 2019 dapat merangkul angkatannya, menjalankan amanah yang diemban, dan dapat menjalankan visi serta misi yang telah dibuat. Kepada yang tidak terpilih diharapkan tidak berkecil hati serta dapat bersama sama membantu membangun dan menyukseskan program yang telah dibuat oleh ketua yang terpilih.


Penulis: Kang Naufal (ketua pelaksana kegiatan pemilihan ketua angkatan)

Dipublikasikan: Divisi Mading



__________________
For information:
IG : @himagriuntirta
Twitter : @himagri_untirta
Blog: himagri28. blogspot.com
FB : Himagri Untirta Banten

Diskusi Publik "Film The Bajau"









HIMAGRI! SEMANGAT!!
HIMAGRI! SEMANGAT!!


Diskusi publik dan open donasi untuk masyarakat suku Bajau dengan membedah film berjudul The Bajau dihadiri oleh 150 orang lebih yang berlokasi di Gedung B Auditorium Kampus A Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Penyelenggara acara tersebut ialah Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Himagri) Untirta.
dalam film The Bajau menceritakan bagaimana kehidupan Suku Bajo saat ini. Bisa dibilang, Suku Bajo adalah satu dari sedikit komunitas masyarakat di Indonesia yang hidup di atas laut. Mereka menjadikan laut sebagai kampung halaman dan perahu sebagai tempat tinggal. Hidup berpindah-pindah di atas sebuah perahu. Suku Bajo sendiri tersebar di Asia Tenggara, tetapi yang cukup menyedihkan adalah kehidupan mereka tidak serta merta diakui. Padahal di Gorontalo, Suku Bajo dapat ditemukan di Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Pohuwato.

Dalam film tersebut, dijelaskan perbedaan antara suku Bajo yang ada di Gorontalo dan Sulawesi Tenggara. Suku Bajo di Gorontalo, masih bisa menikmati tangkapan ikan yang melimpah. Sementara di Sulawesi Tenggara, air laut tercemar dan terumbu karang yang rusak akibat pertambangan nikel membuat tangkapan ikan lebih sulit. Dua keluarga Bajo di perairan Sulawesi ini  memang menjalani kehidupan yang berbeda. Meski keduanya telah memiliki identitas dan bermukim di daratan, namun satu keluarga yang lain masih memilih menjalaninya hanya sebagai formalitas dan tetap menghabiskan hidup di perahu dalam ekosistem laut yang relatif masih terjaga. Pemerintah, dalam beberapa dekade terakhir, memang mengirim orang Bajo ke daratan. Tujuannya, supaya mereka memiliki identitas, akses bantuan, pendidikan dan lain-lain. Padahal jika ditelaah, Suku Bajo sudah punya tradisi, identitas, dan jati diri di lautan sejak nenek moyang mereka.

Dalam film ini, digambarkan pergeseran kehidupan keluarga Bajo semenjak 13 tahun silam pasca dimukimkan dan dipaksa menjalani peradaban darat. Nasib Suku Bajau yang berada di perairan Konawe, mulai kehilangan sumber mata pencaharian mereka akibat aktivitas pertambangan yang destruktif. Air laut yang mulai keruh, membuat habitat ikan dan terumbu kurang semakin berkurang dan perlahan rusak. Hingga kemudian, mereka memilih masih tetap bertahan dengan kondisi seadanya, mencari penghidupan dari laut.
Hal ini semakin miris ketika pada 2014 lalu, aparat pemerintah menangkap 500 warga Suku Bajo di Kalimantan Timur. Mereka dianggap suku ilegal: Nelayan asing tanpa identitas kewarganegaraan yang mencuri ikan di perairan Indonesia.
Oleh karena itu hasil donasi dari pengkajian film ini seluruhnya kami serahkan kepada pihak yang melakukan perekaman film dokumenter ini dan akan diserahkan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dan juga seidkit menaikan kualitas kesehatan masyarakat disana.

Dari diskusi ini juga lahir banyak opinin pro dan kontra yang sangat berguna untuk mengawal kebijakan pemerintah untuk mensejahterakan dan tetap adil terhadap seluruh masyarakat umumnya dan masyarakat suku Bani khususnya.


Penulis: Kang Adam (ketua pelaksana diskusi publik)
Di publikasikan oleh: Divisi Mading




__________________
For information:
IG : @himagriuntirta
Twitter : @himagri_untirta
Blog: himagri28. blogspot.com
FB : Himagri Untirta Banten

UPGRADING pengurus HIMAGRI 2020





Himagri! Semangat!!!
Himagri! Semangat!!!


Alhamdulillah pada tanggal 02 Februari 2020, Himagri telah melaksanakan kegiatan Upgrading pengurus Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Himagri), yang acaranya berlangsung dengan lancar. Dengan jumlah peserta Upgrading sebanyak 73 orang. Peserta merupakan seluruh pengurus Himagri Periode 2020. Adapun acaranya berisi pembukaan, laporan ketua pelaksana, sambutan, materi serta sharing-sharing, dan juga beberapa games saat ice breaking.

Diawal acara, MC melakukan beberapa informasi terkait acara yang akan diadakan dan MC pun melakukan sedikit Games kepada peserta agar peserta lebih semangat dalam mengikuti acara Upgrading kali ini. Setelah itu, dilakukannya pembukaaan yang disampaikan oleh kang Faqih selaku Ketua Umum Himagri dan laporan yang disampaikan oleh kang Aldi selaku Ketua Pelaksana dan yang terakhir sambutan oleh Bapak Dr. H. Suherman, Ir., MM., MSi. Selaku Ketua Jurusan Agribisnis. Pada materi Dinamika Organisasi yang dibawakan oleh Kang Gilang dan dimoderatori oleh Kang Surya. Pada materi Tupoksi dan Alur Koordinasi yang dibawakan oleh Kang Mutoharudin dan dimoderatori oleh Kang Jordan. Pada materi Sharing-Sharing Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang dibawakan oleh Kang Aqil, Kang Dhabit, Kang Yusup, Kang Filki, Kang Rezqy, Kang Taufik, Kang Rizky, dan Kang Rahmat yang dimoderatori oleh Kang Radya. Pada materi Kesekretariatan yang dibawakan oleh BPH 2019 yakni Teh Heti, Teh Rani, Teh Mia, dan Teh Meissyanna yang dimoderatori oleh Teh Khusnul. Dan pada materi sharing - sharing Ketua dan Wakil Ketua Himagri(Demisioner) yaitu Kang Sarnata(2013), Kang Febri(2017) dan Teh Vebri(2019) yang dimoderatori oleh Kang Agung. Peserta sangat antusias dalam mengikuti rangkaian kegiatan yang di siapkan oleh panitia. Seluruh panita pun sudah melakukan tugas nya dengan baik dan mampu menjalankan kegiatan tersebut dengan lancar. Dengan koordinasi yang baik mampu membuat acara tersebut dalam berjalan dengan baik.




Penulis: Kang Aldi (ketua pelaksana Upgrading)
Dipublikasin: Divisi mading

__________________
For information:
IG : @himagriuntirta
Twitter : @himagri_untirta
Blog: himagri28. blogspot.com
FB : Himagri Untirta Banten

LK 1 Padma Ksatria Tirtayasa 2025