Rabu, 28 Oktober 2020

ARKEHIM "KEUTAMAAN ILMU AGAMA DAN PARA PENUNTUTNYA"

KEUTAMAAN ILMU AGAMA DAN PARA PENUNTUTNYA



Yang dimaksud ilmu adalah mengetahui sesuatu sebagaimana mestinya, jika dalam sesuatu kita masih ragu-ragu maka itu bukanlah ilmu, karena ilmu bersifat pasti, jelas, dan sebagaimana mestinya. Kemudian, konteks ilmu secara mutlak dalam nash Quran dan Sunnah yang dimaksud adalah ilmu agama, seperti yang dikatakan pada surat Al mujadalah, bahwa Allah senantiasa meninggikan derajat orang-orang beriman dan orang yang berilmu diantara mereka serta dalam hadits dikatakan bahwa barang siapa yang selalu menuntut ilmu maka Allah akan permudah jalannya menuju surga. 

Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu. Kewajiban menuntut ilmu agama sangat ditekankan, dalam hal ini Ilmu agama bersifat fardhu ain sedangkan untuk pendidikan formal itu hukumnya fardhu kifayah yang artinya tidak diwajibkan semua orang untuk dapat mengetahui ilmu tersebut, sebagai contoh ilmu kedokteran tidak harus dimiliki oleh setiap individu. Pengetahuan mengenai Ilmu agama dan Al-Qur'an sangat penting keberadaannya bagi manusia karena menjadi pedoman manusia di dunia dan menjadi bekal di akhirat.

Dalam hal ini, beberapa keutamaan menuntut ilmu agama meliputi:

Sebagai amal jariyah, dalam sebuah hadis yang Abu Hurairah riwayatkan dari Rasulullah SAW, Rasulullah mengatakan bahwa ilmu yang bermanfaat tidak akan putus amalannya meskipun sudah meninggal dunia. Ilmu yang bermanfaat yang dimaksud adalah ilmu yang bisa menyelamatkan kita dari api neraka. Ilmu tersebut adalah ilmu baik yang kita sebarkan kepada orang lain, menjadikan orang lain lebih bermanfaat dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Setara dengan jihad dijalan Allah, seperti dalam firman Allah SWT pada Surat At-Taubah ayat 122:  “Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.”

Jalan menuju surga, Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699).

Tentunya masih banyak keutamaan lainnya mengenai menuntut ilmu agama, namun selain itu ada satu hal yang perlu diketahui bahwa setelah menuntut ilmu atau kita mengetahui dan memiliki ilmu khususnya ilmu agama, wajib bagi kita untuk mengamalkan dan menyebarkannya. Seperti yang dikatakan pepatah bahwa ilmu tanpa amal, bagaikan pohon yang tak berbuah (tidak berguna sama sekali). Jika kita memiliki ilmu, dan ilmu tersebut tidak disebarkan kepada orang lain dan bahkan juga tidak diamalkan maka ilmu tersebut hanya akan menjadi beban nanti di akhirat, karena ilmu yang kita dapat akan diminta pertanggungjawaban dan ditanyakan oleh Allah SWT, sebagai contoh ilmu yang tidak diamalkan adalah orang yang tahu kewajiban zakat sholat namun tidak melaksanakannya maka ilmu tersebut akan menjadi beban di akhirat dan justru sia-sia. Naudzubillah Min Dzalik.

Maka, selalu tanamkan keikhlasan dan hanya diperuntukkan untuk mencari keridhoan Allah SWT setiap kali kita menuntut ilmu dan mengamalkannya. Allah SWT berfirman: “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami” (QS. Al Ankabut: 69).

Wallahu A’lam

Pemateri : Ginanjar Setiawan dari Ketua Departeman Dakwah & Kaderisasi Wahdah Islamiyah Provinsi Banten

PRESS RELEASE WEBINAR NASIONAL

 [PRESS RELEASE WEBINAR NASIONAL ]



Himagri untirta telah selesai melaksanakan kegiatan Webinar Nasional 2020 dengan tema "Peran Pemuda dalam Mewujudkan Ekonomi Kreatif Melalui Diversifikasi Pangan Lokal". Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Himagri yang dilakukan untuk memperingati Hari Pangan Sedunia Pada tanggal 16 oktober, namun kegiatan kali ini sedikit berbeda dengan sebelumnya karena kegiatan kali ini dilakukan secara daring. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kreatifitas dan inovasi produk demi meningkatkan ketahanan pangan Nasional dalam memperingati hari pangan Dunia dan Nasional

▪️

Webinar Nasional diselenggarakan pada tanggal 27 Oktober 2020. Acara Webinar Nasional di buka langsung oleh Wakil Rektor III yaitu Dr. H. Suherna, SP.,M.Si., di hadiri oleh Ketua Jurusan Agribisnis Dr. H. Suherman, Ir., M.M., M.Si dan Wakil Dekan III Dr. nat. tech. Weksi Budiaji, S. Si., M. Sc.

▪️

Acara ini diawali dengan sambutan dari Laporan Ketua Pelaksana, Ketua Himagri Untirta, Ketua Jurusan Agribisnis Faperta Untirta, dan Wakil Dekan III Faperta Untirta. Selanjutnya yaitu pemaparan materi oleh Gilang Lian Putra.

▪️

Pemaparan materi yang disampaikan oleh beberapa narasumber, yaitu : 


1. DR. IR. Riwantoro, MM. (Sekretaris Badan Ketahanan Pangan,  Kementrian Pertanian RI)

2. H. Gugun Gunawan, Ir., S.Mn., MM (Dosen Faperta Untirta)

3. Riezka Rahmatiana (Enterpreneur)

▪️

HIMAGRI! Semangat! 

HIMAGRI! Semangat! 

HIMAGRI! Semangat! 

#HIMAGRI2020

#HIMAGRIUNTIRTA

#KabinetMetamorfosa 

_____ 

For more info📱

Line : @cfg0329g

IG : Himagriuntirta

Email : Himagriuntirta28@gmail.com

FB : Himagriuntirta

twitter : @himagri_untirta

Blog : himagri28.blogspot.com

Minggu, 11 Oktober 2020

ARKEHIM "TANDA ALLAH SWT BERPALING DARI HAMBA-NYA"

 

Tanda Allah SWT Berpaling Dari Hamba-Nya

Al Hasan Al Bashri berkata. “Diantara tanda Allah berpaling dari seorang hamba, Allah menjadikannya sibuk dalam hal yang sia-sia sebagai tanda Allah menelantarkannya”. 



Adapun hal-hal yang dipandang sebagai sesuatu yang tidak sia-sia di antaranya adalah mengatakan atau melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat dan menyakiti orang lain, bergurau, berkomentar yang tidak penting, ghibah atau yang paling kita tidak disadari perbuat adalah kita terlalu berambisi dalam pencapaian kita di dunia yang membuat kita lupa diri.

Seorang muslim yang terlalu sibuk dengan hal-hal tidak bermanfaat atau sia-sia, menandakan bahwa orang tersebut belum sempurna imannya.

Dari pernyataan tersebut, menyadarkan diri kita untuk lebih menghargai waktu yang diberikan Allah SWT dengan menjadikan setiap waktunya untuk diisi dengan hal positif dan ketaatan beribadah kepaa Allah SWT.

sumber:https://www.cahayaislam.id/beribadah-dalam-islam/

Selain itu tanda lain Allah berpaling dari kita adalah ketika diri kita sulit sekali untuk menunaikan kewajiban-Nya terutama Sholat. Dari Abu Hurairah berkata, Nabi saw bersabda : 

"Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang-orang Munafik kecuali sholat shubuh dan 'Isya. Seandainya mereka mengetahui (kebaikan) yang ada pada keduanya tentulah mereka akan mendatanginya walau harus dengan merangkak. Sungguh, aku berkeinginan untuk memerintahkan seorang mu'adzin sehingga sholat ditegakkan dan aku perintahkan seseorang untuk memimpin orang-orang sholat, lalu aku menyalakan api dan membakar ( rumah-rumah ) orang yang tidak keluar untuk sholat berjama'ah ( tanpa alasan yang benar )." (H.R. Bukhari No . 657 )

Hubungan antara seorang hamba dan Sang Pencipta selalu diwujudkan dalam bentuk ibadah. Berjumpaan di antara Sang Khaliq (Pencipta) dan hambanya, tak mengurangi aktivitas sehari-hari, seperti bekerja dan bersosial.

Kita pernah melakukan kegiatan yang membuat diri kita lelah sekali, namun hal tersebut perlu disadari bahwa apakah Allah sudah ada dalam setiap lelah kita atau yang kita lakukan hanya sia-sia dengan berpegang pada urusan duniawi. Jika yang kita lakukan selama ini hanya untuk mengejar perkara dunia saja, perlunya kita untuk bermuhasabah diri bahwa pencapaian yang telah kita capai apakah merupakan berkah dari Allah atau Allah yang telah berpaling dari kita karena kita fokus pada usaha-usaha yang membuat kita lupa untuk sujud dan berserah di hadapan-Nya.

Wallahu A’lam


Ditulis : Divisi Kerohanian

Dipublikasikan : Divisi Mading

Sabtu, 03 Oktober 2020

HAPPY GRADUATION

 [ HAPPY GRADUATION ]






Selamat wisuda akang teteh Agribisnis Faperta Untirta.


-

Selamat atas gelar sarjana-nya. 

Semoga ilmu yang selama ini didapatkan dapat direalisasikan di kehidupan masyarakat.



Himagri! Semangat!!!

Himagri! Semangat!!!

Himagri! Semangat!!!

#Happygraduate

---------------------------------------------

For More Info :

Line@: @cfg0329g

Instagram: HimagriUntirta

Twitter : @HIMAGRI_UNTIRTA

Email : Himagriuntirta28@gmail.com

FB : Himagriuntirta

Blog : himagri28.blogspot.com

Youtube : Himagri Untirta

#HimagriUntirta #Himagri2020 #HimagriSemangat #KabinetMetamorfosa

LK 1 Padma Ksatria Tirtayasa 2025