PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW
MENELADANI AKHLAK RASULULLAH SAW SEBAGAI BEKAL PRIBADI YANG UNGGUL
Pemateri :
Ustadz Rizki Ichwan padilah
Moderator :
M. Hafidz Jauhari
Nabi Adam saat menikahi hawa dengan mas kawin berupa shalawat kepada Baginda nabi Muhammad SAW, karena nabi Adam melihat nama Muhammad Saw tertulis di pintu surga bersanding dengan nama Allah SWT. Nabi Adam mengetahui bahwa akan ada nabi terakhir di akhir zaman bernama nabi Muhammad. Nur nabi Muhammad di tempatkan di punggung nabi Adam ,kemudian dipindahkan di kaki nabi Adam,akhirnya sampai sekarang nur nabi Muhammad ada sampai sekarang ,namun tidak banyak orang yang mengetahui dan melihatnya,karena kurangnya rasa kecintaan kita terhadap nabi Muhammad dan kurangnya ibadah kita kepada Allah. Allah dan malaikat saja bershalawat atas nabi Muhammad Saw.
Dikisahkan bahwa dahulu kala terdapat sebuah keluarga yang merayakan hari kelahiran nabi,kemudian pasangan suami istri dari Yahudi bertanya "sedang apa mereka" kemudian dijawab "mereka sedang merayakan kelahiran nabi nya" ,kemudian istri dari seorang Yahudi tersebut tertidur dan bermimpi bahwa terdapat rumah yang bersinar dan terdapat segerombolan orang yang bercahaya wajahnya,kemudian ada seseorang yang sangat tampan dan berada di tengah tengah kumpulan tersebut,beliau sangat bercahaya,dan ternyata orang tersebut adalah nabi Muhammad, dan orang-orang yang sedang berkumpul adalah para ulama,para sahabat nabi,serta umat muslim yang merayakan kelahiran nabi Muhammad. Kemudian orang Yahudi tersebut mencoba untuk memanggil nabi Muhammad SAW,namun nabi Rasul tidak menoleh,dan berkata bahwa ia akan menoleh hanya kepada umatnya yakni orang-orang muslim. Maka istri dari orang Yahudi tersebut bershalawat serta masuk kedalam Islam,hingga terbangun ia ketakutan jika suaminya tahu bahwa ia sudah masuk Islam maka suaminya akan memarahinya, ternyata suami dari orang Yahudi tersebut sudah mengetahui bahwa istri nya sudah masuk ke dalam Islam,bahkan ia tau mengenai mimpi istrinya yang bertemu dengan nabi Muhammad. Dan akhirnya pasangan suami istri dari Yahudi tersebut memeluk Islam.
Ketika nabi
Muhammad lahir banyak sekali keajaiban,salah satunya adalah pasukan gajah yang
hancur. Allah mengutus burung ababil dengan membawa batu-batu panas dari neraka
jahanam serta melemparkannya batunya ke arah pasukan gajah tersebut,sehingga
hancurlah pasukan gajah seperti daun-daun yang bertebaran.
Orang yang rajin ibadahnya meski ia berkulit hitam akan tetap terlihat cahaya iman yang terpancar di wajahnya,karena itu adalah bukti bahwa dengan beribadah akan membuat seri di wajah kita terpancar. Barang siapa yang menjalankan sunnah rasul maka akan bertemu dengan nabi Muhammad di akhirat kelak. Dari perkataan,perlakuan, dan ketetapan Rasulullah itulah yang dinamakan Sunnah,harus kita teladani. Bahkan nabi Musa cemburu kepada umat Rasulullah,karena umat nabi Muhammad di akhir zaman akan di hisab paling pertama,untuk itu kita harus memanfaatkan waktu untuk selalu beribadah dan bershalawat kepada Allah dan Rasul-Nya. Pada saat nabi Muhammad meninggal dunia,nabi Muhammad Saw tetap mengkhawatirkan ummatnya,karna sangat besar cinta Rasul terhadap ummatnya,kemudian malaikat maut pun tidak tega untuk mencabut nyawa Rasul, sangat berat bagi malaikat maut untuk mencabut nyawa kekasihnya tersebut. Di akhirat nanti nabi Muhammad adalah orang yang paling sibuk,karena ia mencari umatnya dan memberikan syafaatnya kepada ummat nabi yang menjalankan sunnah-sunnah nabi. Oleh karena itu,jagalah shalat karena itu adalah tiang agama,barang siapa yang mendirikan shalat maka sesungguhnya ia telah mendirikan tiang agama,itulah wasiat Rasulullah kepada ummatnya. Banyak orang yang mendirikan amalan di dunia namun dengan niat hanya ingin terlihat baik oleh manusia,maka hal tersebut tidak disukai Allah,karna niat tersebut adalah buruk ,bukan karena Allah . Bawalah amal yang banyak agar kita bahagia di akhirat,karna perjalanan kita di akhirat sangat berat,dan yang dapat meringankan kita di akhirat adalah amalan kita selama di dunia. Semua yang kita lakukan harus ikhlas karena Allah SWT.
1. Bagaimana cara meninggalkan perkataan jelek?
Jawab : apabila kita tidak bisa berkata dengan baik lebih baik terdiam,bisa karena terbiasa,maka niatkanlah dengan baik dan lakukan secara istiqamah.
2. Bagaimana
cara melaksanakan Sunnah Rasulullah yang mana harus duduk ketika minum,namun
saat diluaran tidak ada tempat duduk?
Jawab : kita
bisa jongkok atau kita duduk, bagaimana jika malu?jangan pernah malu untuk
melaksanakan kebaikan,karena sudah ada peneliti pun yang menemukan kebaikan
minum sambil duduk,sehingga apa yang Rasul sunnahkan pasti ada kebaikannya.
3. Pada
zaman sekarang banyak orang-orang yang membuat kebaikan namun dijadikan suatu
konten,bagaimana apakah diperbolehkan?
jawab :
Allah tidak suka kepada orang-orang yang riya'maka jika niat untuk dilihat
karna telah memberi apa yang ia punya maka tidak boleh dikatakan riya',untuk
itu semua harus karna Allah SWT. Apabila apa yang ia kerjakan dapat membuat
fitnah maka lebih baik jangan dilakukan, ditakutkan banyak orang yang
bersuudzon dan menimbulkan fitnah yang besar. Namun jika niatnya baik maka
tidak apa-apa,maka gunakanlah ilmu agar bermanfaat untuk kita di dunia maupun
di akhirat.
4. Bagaimana
sudah shalat tapi masih menjalankan kemungkaran?
Jawab :
shallat itu menghindari keburukan dan munkar,orang yang shalatnya ikhlas dan
menjalankannya dengan baik maka akan terhindar dari kemungkaran. Maka
perhatikanlah wudhu kita,bacaan kita serta shalat kita apakah sudah
ikhlas,Ridha dan baik. Maka gunakanlah shalat pada kehidupan kita,jadilah orang
yang beriman dengan shalat. Karna orang yang beriman adalah orang yang
mendirikan shalat dengan baik dan benar. Jika shalat kita sudah baik dan ucapan
sudah dijaga maka akan terhindar dari Munkar.
5. Apakah
setelah menjalankan shalat dengan rutin dan sesuai apakah dapat dikatakan
shalat kita diterima,dan bagaimana ciri-ciri shalat kita diterima?
Jawab :
apabila perilaku seseorang berubah dengan baik maka hal tersebut dapat
dikatakan shalatnya diterima,shalat harus sesuai fiqih serta khusyuk dan
diterima atau tidaknya kita serahkan kepada Allah SWT,yang penting beribadah
lah yang baik dan beribadahlah seolah-olah melihat Allah,dan tancapkanlah iman
dan ikhsan,hal tersebut dapat menghindari kemungkaran.