Oleh Departemen Keorganisasian, Himagri Untirta
Pengkaderan merupakan rangkaian kegiatan penting yang selalu menjadi bagian dari program kerja setiap organisasi mahasiswa. Meski sebagian masyarakat masih memiliki persepsi bahwa pengkaderan identik dengan perploncoan antara senior kepada junior, kenyataannya saat ini kegiatan tersebut telah bertransformasi menjadi proses pembinaan yang lebih edukatif. Setiap organisasi membutuhkan regenerasi kepengurusan, sehingga pembinaan kader menjadi langkah penting untuk memastikan keberlanjutan dan kualitas organisasi di masa mendatang.
Sebagai bagian dari proses regenerasi internal, Himpunan Mahasiswa Agribisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Himagri Untirta) menyelenggarakan salah satu program kerja unggulan, yaitu Latihan Dasar Kepemimpinan 1 (LK 1) Padma Ksatria Tirtayasa. Kegiatan ini dirancang untuk membentuk karakter kepemimpinan yang kompeten, sehingga para peserta siap melanjutkan roda organisasi HIMAGRI pada periode berikutnya. Tahun ini, LK 1 mengusung tema “Membentuk Jiwa Kepemimpinan yang Dinamis dan Responsibilitas Guna Mewujudkan Mahasiswa Agribisnis yang Solutif.” Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 10-12 Oktober 2024, bertempat di Bumi Perkemahan Kali Talang.
Jumlah peserta LK 1 tahun ini cukup banyak, terdiri dari mahasiswa Agribisnis angkatan 2024 dan 2025. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali materi dan pengalaman yang bertujuan menyiapkan mereka menjadi pemimpin dengan kemampuan akademik sekaligus keterampilan praktis. Setiap materi yang diberikan langsung diikuti oleh sesi implementasi yang dipandu moderator serta didampingi pemateri profesional di bidangnya, sehingga peserta dapat mempraktikkan secara langsung hal-hal yang dipelajari.
- Materi pertama yang diberikan adalah materi keprofesian. Dalam sesi ini, peserta diminta menyusun konsep produk bisnis serta melakukan analisis SWOT terhadap rencana usaha yang mereka buat. Saat implementasi, para pemateri juga aktif memberikan arahan, kritik, serta masukan konstruktif untuk membantu peserta menyempurnakan ide bisnis mereka.
- Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan materi kepemimpinan. Fokus utamanya adalah mengasah kemampuan public speaking peserta, mendorong mereka untuk berani mengemukakan pendapat dan mengatasi rasa takut berbicara di depan umum. Berbagai kendala yang sering dialami peserta saat tampil di depan publik juga dibahas dan dicarikan solusinya dalam sesi ini.
- Selanjutnya, peserta mendapatkan materi keorganisasian. Materi ini menjadi sangat penting karena berkaitan langsung dengan tujuan pengkaderan, yaitu memberikan pemahaman mengenai struktur organisasi, tugas pokok dan fungsi, serta bagaimana koordinasi dilakukan dalam sebuah organisasi. Dalam sesi ini ditekankan pula peran seorang pemimpin dalam menyatukan tim sehingga mampu bekerja sama secara efektif.
- Kegiatan berlanjut dengan pendalaman materi karakter kepemimpinan, yang menjelaskan secara rinci perbedaan antara kepemimpinan, pemimpin, dan yang dipimpin. Peserta juga dibimbing untuk memahami bagaimana menjadi sosok pemimpin yang inklusif, kompeten, dan memiliki daya saing dalam lingkungan organisasi maupun kehidupan kampus.
- Sebagai penutup rangkaian materi, peserta mendapatkan pemaparan mengenai Pemilihan Umum Raya (Pemira) yang disampaikan langsung oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM). Dalam sesi ini, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga melakukan simulasi langsung mengenai tata cara dan suasana pelaksanaan Pemira, sehingga mereka memahami alur demokrasi mahasiswa secara praktis.
Penulis: Firdaus Adilana Amri, Staff Muda Infokom
Tidak ada komentar:
Posting Komentar