Jumat, 20 November 2020

ARKEHIM "BESARNYA PERAN SABAR DALAM KEHIDUPAN"

 BESARNYA PERAN SABAR DALAM KEHIDUPAN


sumber:http://diarihidupateh.blogspot.com/2019/10/sabar.html

Sabar dalam agama Islam memiliki keutamaan dan manfaat yang sangat besar. Karena sabar adalah termasuk perilaku mulia yang sangat perlu untuk di lakukan oleh seluruh umat. Dengan sabar masalah yang kita hadapi jadi terasa lebih ringan, dengan sabar masalah yang kita hadapi bisa diselesaikan dengan lebih efektif, dan tanpa menyisakan rasa sakit hati atau menimbulkan rasa sakit hati lainnya, dengan sabar pula kita akan senantiasa menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan tenteram tanpa merasa gelisah apalagi ber-muram hati. 

Allah swt berfirman:  “Dan, Allah mencintai orang-orang yang sabar“. [Ali Imran/3 : 146]

Sabar (al-shabru) menurut bahasa adalah menahan diri dari keluh kesah. Pada dasarnya, dalam sabar itu ada tiga arti, menahan, keras, mengumpulkan, atau merangkul, sedang lawan sabar adalah keluh-kesah. Dari segi istilahnya, sabar adalah: Menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah. Sabar adalah salah satu dasar dan fondasi akhlak dalam agama Islam yang lurus ini. Fondasi itu adalah kesabaran yang mempengaruhi seluruh sendi kehidupan manusia.

Sumber:https://www.hariansuara.com/news/motivasi/16268/hakekat-sabar-dalam-kehidupan

Kata sabar mudah diucapkan namun aplikasinya dalam kehidupan butuh kesungguhan. Ketika seseorang yang mendapat musibah dapat menghadapinya dengan ikhlas dan sabar, maka Allah akan menaikkan keimanannya dan menyediakan pahala baginya menjadi salah satu keutamaan sabar. Allah SWT tidak akan pernah memberikan cobaan atau ujian yang berat di luar batas kemampuan umatNya. Maka dari itu, kita harus bersyukur ketika Allah memberikan ujian yang bertanda bahwa Allah masih menyayangi umatNya.

Sabar terhadap kehidupan dunia (as-shabru 'aniddunya) ialah sabar terhadap tipu daya dunia, jangan sampai terpaut hati kepada kenikmatan hidup di dunia ini. Dunia ini adalah jembatan untuk kehidupan yang abadi, kehidupan akhirat. Banyak orang yang terpesona terhadap kemewahan hidup dunia. 

Dilampiaskannya hawa nafsunya, hidup berlebih-lebihan, rakus, tamak dan lain-lain sehingga tidak memperdulikan mana yang halal dan mana yang haram, malah kadang-kadang merusak dan merugikan kepada orang lain. Kehidupan di dunia ini janganlah dijadikan tujuan, tapi hanya sebagai alat untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan yang kekal. Memang, tabiat manusia condong kepada kenikmatan hidup lahiriah, kehidupan yang nyata dilihat oleh mata dan dinikmati oleh indera-indera yang lain. Tidak ubahnya seperti orang yang meminum air laut, semakin diminum semakin haus. Untuk ini diperlukan kesabaran menghadapinya.

Wallahu A’lam.


Ditulis : Divisi Kerohanian

Dipublikasikan : Divisi Mading

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LK 1 Padma Ksatria Tirtayasa 2025