Tanda Allah SWT Berpaling Dari Hamba-Nya
Al Hasan Al Bashri berkata. “Diantara tanda Allah berpaling dari seorang hamba, Allah menjadikannya sibuk dalam hal yang sia-sia sebagai tanda Allah menelantarkannya”.
Adapun hal-hal yang dipandang sebagai sesuatu yang tidak sia-sia di antaranya adalah mengatakan atau melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat dan menyakiti orang lain, bergurau, berkomentar yang tidak penting, ghibah atau yang paling kita tidak disadari perbuat adalah kita terlalu berambisi dalam pencapaian kita di dunia yang membuat kita lupa diri.
Seorang muslim yang terlalu sibuk dengan hal-hal tidak bermanfaat atau sia-sia, menandakan bahwa orang tersebut belum sempurna imannya.
Dari pernyataan tersebut, menyadarkan diri kita untuk lebih menghargai waktu yang diberikan Allah SWT dengan menjadikan setiap waktunya untuk diisi dengan hal positif dan ketaatan beribadah kepaa Allah SWT.
Selain itu tanda lain Allah berpaling dari kita adalah ketika diri kita sulit sekali untuk menunaikan kewajiban-Nya terutama Sholat. Dari Abu Hurairah berkata, Nabi saw bersabda :
"Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang-orang Munafik kecuali sholat shubuh dan 'Isya. Seandainya mereka mengetahui (kebaikan) yang ada pada keduanya tentulah mereka akan mendatanginya walau harus dengan merangkak. Sungguh, aku berkeinginan untuk memerintahkan seorang mu'adzin sehingga sholat ditegakkan dan aku perintahkan seseorang untuk memimpin orang-orang sholat, lalu aku menyalakan api dan membakar ( rumah-rumah ) orang yang tidak keluar untuk sholat berjama'ah ( tanpa alasan yang benar )." (H.R. Bukhari No . 657 )
Hubungan antara seorang hamba dan Sang Pencipta selalu diwujudkan dalam bentuk ibadah. Berjumpaan di antara Sang Khaliq (Pencipta) dan hambanya, tak mengurangi aktivitas sehari-hari, seperti bekerja dan bersosial.
Kita pernah melakukan kegiatan yang membuat diri kita lelah sekali, namun hal tersebut perlu disadari bahwa apakah Allah sudah ada dalam setiap lelah kita atau yang kita lakukan hanya sia-sia dengan berpegang pada urusan duniawi. Jika yang kita lakukan selama ini hanya untuk mengejar perkara dunia saja, perlunya kita untuk bermuhasabah diri bahwa pencapaian yang telah kita capai apakah merupakan berkah dari Allah atau Allah yang telah berpaling dari kita karena kita fokus pada usaha-usaha yang membuat kita lupa untuk sujud dan berserah di hadapan-Nya.
Wallahu A’lam
Ditulis : Divisi Kerohanian
Dipublikasikan : Divisi Mading


Bermanfaat sekali trimakasihh
BalasHapus