Kamis, 14 Mei 2020

ARKEHIM "Meraih Malam Lailatul Qadr di Tengah Pandemi"


MERAIH MALAM LAILATUL QADR DI TENGAH PANDEMI




"Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh pada 10 hari terakhir dari bulan Ramadan, melebihi kesungguhan Beliau di waktu lainnya”. (HR. Muslim)

Menurut sebagian besar ulama, malam Lailatul Qadar biasanya jatuh di malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadan. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan malam Lailatul Qadar datang di malam-malam genap.

Oleh karena itu, ada sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, umat Islam diperintahkan untuk melakukan Itikaf. Namun, bagaimana dengan kondisi saat ini yang mewajibkan untuk tetap berada di rumah ?

I'tikaf di Tengah Wabah
Dalam kondisi saat ini, seharusnya mengedepankan keselamatan diri sendiri dan masyarakat secara umum. Menurut sebagian besar ulama, melaksanakan ibadah i’tikaf di ruangan dalam rumah yang dikhususkan untuk salat hukumnya boleh dan sah dilakukan bagi perempuan menurut pandangan Imam Abu Hanifah dan qaul qadim (pendapat lama) Imam Syafi’i.
Sedangkan bagi laki-laki juga sah dan diperbolehkan menurut pandangan sebagian ulama mazhab Syafi’i, dengan mengikut pada nalar “jika salat sunnah saja yang paling utama dilakukan di rumah, maka i’tikaf di rumah semestinya bisa dilakukan”.

Dalam kitab al-Khulashah dijelaskan bahwa disunnahkan bagi setiap muslim untuk membuat masjid di rumahnya untuk dibuat melaksanakan shalat sunnah dan ibadah sunnah, meskipun tempat demikian tidak berlaku hukum masjid (‘Ubadillah bin Mas’ud al-Mahbubi, Syarh al-Wiqayah, juz 1, hal. 369).

Dari penjelasan tersebut dapat dijadikan sebagai solusi bagi kita agar tetap dapat melaksanakan i’tikaf di tengah persebaran pandemi Covid-19, ketika melaksanakan i’tikaf di masjid sudah tidak dapat memungkinkan lagi.

Selain itu, untuk mendapatkan keutamaan Lailatul Qadr tidak hanya dapat dilakukan dengan I’tikaf, masih banyak amalan yang dapat dikejar, seperti mengkhatamkan Al-Qur’an, berzikir dan berdoa, menghidupkan sunnah Rasulullah, serta terus bermusahabah diri agar menjadi pribadi yang istiqomah kedepannya.

Wallahu A’lam




Ditulis: Divisi Kerohanian
Dipublikasikan: Divisi Mading

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LK 1 Padma Ksatria Tirtayasa 2025