Minggu, 14 April 2019

HARGA JUAL GABAH PETANI BERANGSUR TURUN

     Cirebon, Kompas – Harga gabah petani di sejumlah sentra padi di Jawa Barat dan Jawa Tengah anjlok di bawah harga pembelian pemerintah. Selain kualitas gabah yang turun karena hujan dan banjir, turunnya harga gabah di dorong peningkatan pasokan seiring meluasnya ara panen.
     Harga gabah di sejumlah lokasi di Cirebon, Jawa Barat, pada senin (25/3/2019), misalnya berkisar Rp 3.500-Rp 3.700 per kilogram (kg) kering panen (GKP). Angka itu sama atau lebih rendah daripada harga yang Rp 3.700 per kg GKP di tingkat petani. Kusna (65), petani di Kesambi, kota Cirebon, menyatakan, kualitas gabah turun karena curah hujan tinggi, angin kencang juga membuat padi ambruk dan terendam air.
     Menurut ketua Himpunan Kelompok Tani Indonesia Kabupaten Cirebon Tasrib Abubakar, penurunan harga berpotensi bakal berlanjut, karena panen raya di Cirebon di perkirakan terjadi April – Mei 2019. Apalagi sejumlah sentra padi di pulau jawa juga memasuki musim panen.
     Khairul Anam (33), petani di Karangasem, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mengatakan intensitas hujan yang tinggi membuat lahan garapannya terendam. Padi tak sampai tenggelam, tetapi genangan membuat kualitas padi turun. Harga jual gabah pun turun dari Rp 5.000 menjadi Rp 4.500 per kg pada panen awal tahun ini.
     Adapun di Desa Curug, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, harga gabah berkisar Rp 4.700 pr kg GKP. Menurut Abdul Chayyi (67), petani di Desa Curug, harganya lebih rendah dari pada tahun lalu, yakni Rp 5.000 pr kg.

Di atas HPP
     Menurut Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan Winarno Tohir, herga gabah memang turun, tetapi kebanyakan masih di atas HPP dengan fleksibilitas 10 persen. Pada Januari – Februari 2019, harga GKP masih sekitar Rp 5.000 per kg, akan tetapi kini Rp 4.100- Rp 4.200 per kg. Angka itu masih lebih tinggi di bandingkan dengan HPP plus fleksibilitas 10 persen yang berarti Rp 4.070 per kg GKP di tingkat petani. Dengan kondisi itu , Bulog kesulitan menyerap gabah petani.
     Ketua Umum Persatuan Penggilingan Padi dan pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Sutarto Alimoeso melihat ada nya gejala kelebihan suplai gabah di tingkat petani. Menurut Sutarto, penyerapan pemerintah menjadi solusi uatama menjaga herga di tingkat petani. Saat ini, pemggilingan-penggilingan swasta besar yang memiliki kapasitas penyerapan dan akses pasar antarkota, antarkabupaten, maupun antarpulau tak mampu lagi menyerap gabah karena kapasitasnya sudah penuh.
     Kepala Bagian Humas dan Kelembagaan perum Bulog Firmansyah mengatakan, dari pantauan Bulog, harga GKP saat ini umumnya masih di atas HPP. Dirjen (Direktur Jendral) Tanaman Pangan Kementrian Pertanian Sumarjo Gatot Irianto mengatakan, saat ini Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Lampung sudah mulai panen raya. Sebelumnya, Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian menyatakan produksi beras secara nasional selama Januari-Maret 2019 di perkirakan 12,1 juta ton.

Sumber : Koran Kompas (24/03/2019)

Penulis: Kang Dimas Alfrida
Kepala Departemen Keorganisasian 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LK 1 Padma Ksatria Tirtayasa 2025